Habib Sholeh Rotan Asal Malang Sampaikan Terima Kasih


SEMPAT tertunda, Malang Post akhirnya bisa datang langsung menyalurkan bantuan untuk korban bencana gempa dam tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.   Bantuan diantar Buari selaku koordinator penggalangan donasi di Malang Post, bersama Sirhan, staf pemasaran koran Malang Post. Bagaimana proses penyaluran bantuan tersebut? Berikut catatan Buari selama dua hari, Rabu (10/1) dan Kamis (11/1) lalu.
Meski sudah tiga bulan berlalu, sejak terjadi musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, tepatnya 28 September 2018 lalu, kondisi Palu, Sigi dan Donggala masih berantakan. Sisa puing-puing kehancuran masih terlihat di banyak tempat. Masyarakat juga masih banyak yang tinggal di tenda-tenda dan hunian sementara (huntara).
Diperkirakan dalam satu tahun ini, Palu dan sekitarnya belum bisa pulih. Ribuan pengungsi masih memerlukan banyak bantuan. Kehadiran Malang Post pun terbilang cukup tepat, disaat para pengungsi itu mulai memerlukan tambahan sembako dan beberapa keperluan sehari-hari. Termasuk saat terpal untuk tenda mereka mulai rusak.
Bantuan dari pembaca Malang Post cukup berarti bagi mereka. Tidak ada kata terlambat untuk menyalurkan bantuan di lokasi terdampak bencana, Palu, Sigi dan Donggala. Bahkan kehadiran Malang Post bersamaan dengan tokoh nasional yang kini sedang mencalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia, juga menyalurkan bantuan.
Pengiriman bantuan ini bukan disengaja selang beberapa bulan kejadian. Kebetulan bantuan yang dititipkan ke Malang Post masih terus mengalir dari berbagai pihak. Korane Arek Malang ini tak bisa menolak bantuan yang datang. Bahkan saat tim Malang Post berada di Palu, pengurus PCNU Kota Malang masih berkenan transfer donasi bantuan.
“Barusan transfer Rp 10 Juta, untuk disumbangkan ke Masjid atau ke warga yang terdampak bencana, itu dari donasi yang dihimpun dari PCNU Kota Malang ya,” pesan Mahmudi, wakil Ketua PCNU Kota Malang, Kamis (10/1) siang. Dana tersebut langsung segera dicairkan dan disalurkan sesuai amanah dari pengurus PCNU Kota Malang.
Belum terlambat. Masih banyak pengungsi tinggal di tenda-tenda. Masih banyak fasilitas umum yang rusah dan belum ada perbaikan memadai. Semua masih serba darurat. Masjid, panti asuhan, sekolah, POM Bensin dan beberapa fasilitas lainnya belum tersentuh perbaikan. Khususnya di Kabupaten Sigi, daerah terparah yang mengalami gempa.
Sebelum mulai proses penyaluran, Malang Post menyempatkan untuk survey lebih dulu. Titik-titik terdampak bencana yang perlu mendapatkan bantuan. Agar mendapatkan informasi yang tepat, sebelum membelanjakan uang hasil donasi. Apalagi sejak awal, Malang Post hanya menerima bantuan dalam bentuk uang agar tidak ribet.
"Pengungsi membutuhkan sembako, khususnya beras yang persediaannya mulai menipis, kasur dan penerangan lampu di tenda-tenda, juga sebagian perlu terpal untuk tenda yang rusak," ungkap Rahma, relawan bencana yang membantu Malang Post selama proses penyaluran bantuan di Kota Palu dan sekitarnya.

Berita Lainnya :