Habib Sholeh Rotan Asal Malang Sampaikan Terima Kasih

Wanita asal Malang yang kini tinggal di Kota Palu ini juga korban gempa tsunami. Usaha cafe miliknya hancur diterjang tsunami. “Palu kuat, Palu harus bangkit. Tidak ada kata terlambat untuk menyalurkan bantuan di Palu dan sekitarnya. Bantuan dari pembaca Malang Post ini bermanfaat besar bagi para korban gempa dan tsunami,” lanjutnya.
Selain dalam bentuk fresh money untuk merehab bangunan rusak, bantuan dari Pembaca Malang Post juga dalam bentuk beras, kasur, sarung, lampu tenaga surya dan terpal. Menyewa mobil pick up, bantuan dikirim ke beberapa posko bantuan. Diantaranya Posko Madinah 517, yang dikelola oleh Habib Sholeh Rotan, membawahi 170 posko di Palu, Sigi dan Donggala.
Habib yang memimpin Yayasan Dzikir Nuurul Khairaat ini ternyata berasal dari Malang. Tepatnya dari daerah Tanjung, Kota Malang. Sudah 35 tahun beradai di perantauan. Mulai di Poso, hingga 20 tahun lalu pindah ke Palu. Membina sekitar 5.000 orang yang mengikuti majelis Dzikir  Nuurul Khairaat, dan 1.500 orang diantaranya tinggal di tempatnya.
“Untuk Posko Madinah 157 ini membawahi 170 posko yang tersebar di Palu, Sigi dan Donggala, ada sekitar 30 orang pengungsi. Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan berupa uang dan barang dari Malang Post untuk kegiatan sosial kemanusiaan bencana alam Palu, Sigi dan Donggala. Semoga berkah dan bermanfaat,” ungkap Habib Sholeh Rotan.
Meski tak banyak bantuan yang dititipkan melalui Posko Madinah 517, Malang Post berharap Habib Sholeh Rotan membantu untuk mendistribusikannya pada pengungsi. Setidaknya di sekitar lokasi tinggalnya yang masih banyak ditempati para pengungsi. Kebetulan tempat tinggal Habib yang lancar berbahasa Jawa ini cukup tinggi, berada di atas Kota Palu. Sekaligus jadi tempat warga menyelamatkan diri saat terjadi tsunami, saat itu. (*/bersambung)       

Berita Lainnya :