Holy Journey Pasutri Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah


Adventure adalah salah satu jalan untuk mengenal Tuhan. Tanyakan itu pada sosok pasangan suami istri asal Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah. Sudah pernah menjalani umrah dengan cara bersepeda dari Malang menuju Makkah, kini mereka merencanakan perjalanan lagi dari timur menuju ke barat, melewati benua Asia, Eropa, Afrika hingga Australia.

Holy Journey.  Itu yang mereka sebut dari perjalanan mengayuh sepeda belasan ribu kilometer dari Indonesia ke Arab Saudi. Mereka melalui banyak negara, seperti Malaysia, Thailand, India, Mesir dan Arab Saudi. Tercatat, hanya dua kali mereka terpaksa naik pesawat, karena tidak bisa melintas di Pakistan.
"Setiap manusia punya keyakinan dan iman sendiri. Dan bagi saya adventure adalah salah satu jalan lebih mengenal Tuhan. Itulah mengapa saya melakukan perjalanan mengunjungi tempat ziarah yang saya beri nama Holy Journey," urai Hakam Mabruri, menyampaikan latar belakang tujuannya mengayuh sepeda sampai ke Makkah.
Awalnya, dia hanya ingin bersepeda ke makam Wali Songo. Namun, dia berpikir tanggung hanya ziarah ke makam wali, menurutnya mengapa tidak sekalian umrah ke tanah suci? Hakam menyampaikan pada istrinya dan dijawab jika hal tersebut mimpi di siang bolong.
"Jangan mimpi, masih siang ini. Istri saya awalnya bilang begitu. Tetapi pas saya bilang karena saya juga ingin meminta sesuatu kepada Tuhan saat berziarah itu dia mau ikut ajakan saya," beber dia kepada Malang Post.
Hakam, ingin berdoa agar segera punya anak saat berziarah tersebut. Sebab, dua kali dia gagal punya anak. Kehamilan pertama, anaknya meninggal 27 hari setelah dilahirkan.  Saat kehamilan anak kedua, istrinya keguguran.
Dengan misi tersebut, akhirnya mereka berangkat pada Desember 2016. Dia juga ingin melihat keberagaman budaya, agama di berbagai belahan negara yang dia singgahi. Tanpa ada takut perbedaan agama atau Tuhan yang disembah.
"Bisa saja Allah menciptakan manusia seiman semua tapi kenapa dia tidak lakukan. Tentu Allah punya sesuatu di balik perbedaan. Makanya saya belajar menghargai perbedaan sebagai bentuk ketaatan saya terhadap-Nya," jelasnya.
Selama 13 bulan dia berpetualang, bahkan sebenarnya bisa lebih lama jika saja di perjalanan Hakam tidak mengetahui Rofingatul hamil. Jadwal perjalanan itu, sudah empat bulan lebih lama dari targetnya hanya sembilan bulan.
"Dari perhitungan saya, sebenarnya sembilan bulan cukup. Tetapi, namanya di jalan tidak ada yang tahu. Kami bisa menargetkan perjalanan butuh waktu sekian, namun saat menjalaninya tidak ada yang tahu," papar pria berusia 35 tahun itu.
Termasuk, ketika dia akhirnya tidak bisa melintasi Myanmar. Dia harus putar balik ke Thailand, sejauh 600 kilometer. Lalu berhitung ulang, apakah akan mengurusi visa lintas border di Myanmar atau menaiki pesawat menuju India.
"Saya hitung tiket pesawat, saya bandingkan dengan pengurusan visa dan juga kewajiban membawa guide, akhirnya diputuskan terbang ke India. Untuk melanjutkan perjalanan ke Pakistan, Jordania, Mesir hingga Makkah," urai pria berambut gondrong itu.
Dia menyampaikan, di India dia mengalami pahit manis nasib yang dia yakini adalah berkah dari Tuhan. Kehabisan uang dan hanya bisa minum teh untuk mencari ATM demi mencairkan uang,  apesnya bapak satu anak ini justru ditipu. Saat berusaha mencari ATM, ada seseorang warga lokal berniat membantu. Karena dirinya tidak bisa tulisan India, dia hanya diberitahu jika penarikan tunai itu gagal. Namun nyatanya, uang sekitar 1.000 US dollar, lenyap.
Lantas, sekitar lima kilometer setelah dia ditipu, dia ditolong oleh banyak warga India. Hakam menceritakan nasibnya pada warga di sebuah pasar. Di sanalah dia yang sempat under estimated mendapatkan bantuan sebesar 1000 Rupee.
"Saya sempat berpikir, mana mungkin dia menolong. Eh dia mengumpulkan banyak orang di pasar untuk patungan. Saya bilang butuhnya sekitar 1.000 Rupee memang. Kemudian banyak orang itu memberikan beragam. Ada yang 10 Rupee,  20 Rupee. Paling banyak 100 lah hingga akhirnya terkumpul semua," jelas dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya :