John Martono Pelukis Berbakat Asal Kota Batu

Inilah yang menjadi produk seninya yang melalang buana. Sejak kuliah dan menjadi asisten dosen di ITB tersebut, Jhon mulai banyak mengikuti pameran-pameran lukisan regional dan nasional. Ia mulai mengenalkan “Textil Art” nya dan medapatkan tawaran pameran dari luar negeri.
“Jadi karyaku itu kadang aku pakai serat sutra dan kain biasa. Saya campurkan dengan cat minyak kadang cat tembok agar jadi hasilnya. Dan ini beberapa kali gagal lho sebelum berhasil. Nyatanya ini banyak dikagumi orang luar daripada di negara sendiri,” tutur Jhon sambil tertawa kecil.
Tawaran pameran internasional adalah Asian Fiber Art Exhibition,Taegu, South Korea di tahun 1995. Setelah itu tawaran-tawaran berbagai galeri pun bermunculan, seperti di antaranya pada Tahun 2000 di Kyoto Fiber Art Exhibition, Japan. Kemudian lagi di tahun 2001, dalam Art and Craft Exhibition, Postdam, Germany.
Ia juga menceritakan bahwa menjadi salah satu seniman reguler di sebuah galeri seni berbasis di Melbourne Australia, bernama Tusk Gallery. “Jadi aku dapat email dari Tusk Gallery katanya dia suka dengan karya-karyaku. Dan berharap kerjasama. Lalu saya tanggapi,” cerita Jhon.
Jhon mengaku mengirimkan 10 karya terbaiknya yang sudah lama ia pamerkan di Indonesia tapi tidak pernah laku terjual. Ketika diterima Tusk Gallery dan dipamerkan, seluruh lukisan Jhon laku terjual di sana.
“Katanya karyaku ini beda. Mereka tidak pernah liat seni serat seperti yang saya buat,” tandasnya.
Pada Desember 2018 ini, beberapa lukisan Jhon juga diminta oleh Gallery seni “Art Connection” berbasis di Miami, Florida untuk dipamerkan. Tidak hanya di luar negeri, karya Jhon yang lebih konvensional juga dapat dilihat di Kota Bandung.
Jika melihat Flyover Antapani di Kota Bandung, kita pasti bisa melihat tumpahan mural di sekujur bangunan Flyover. Itu adalah murah hasil karya Jhon Martono. Ia dihubungi sendiri oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil untuk mengerjakan mural yang kini menghiasi Flyover Antapani Bandung tersebut.
Tidak hanya itu, Jhon pun diminta untuk mengisi beberapa ruas dinding di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Jika melihat lukisan-lukisan berjenis abstrak dan realis, itulah karya Jhon yang saat ini bisa dilihat.
“Saya dan beberapa kawan juga mengisi ruas taman-taman di Kota Bandung dengan lukisan. Memang diminta lagi oleh pak wali kota. Di pasar-pasar tradisional di Bandung juga kadang saya lukis, sambil ngajak warga pedagang biar ikut lukis juga,” tandasnya ramah. (Sisca Angelina/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :