Kabar Damai di Terminal Lawang Heritage


Oleh: Imawan Mashuri*

“Kabar Damai” mengalir seperti air. Berombak, ratusan tangan--mungkin seribu-- dilambaikan, bergerak ke kiri dan kanan. Itu tangan-tangan arek Lawang, di depan panggung, di bawah sorot warna warni lampu, sebagian tangannya merangkul teman di sisinya, terus berombak, mengikuti genjrengan halus gitar Pendik Roll dan Giplo.

Tiwus memimpin dengan vokal khasnya; rock! didampingi vokalis permanen sekaligus biangnya d'Kross band, kebanggaan Aremania;  Sam Ade. Sesekali  bassis Ari dan drummer Randy meningkahi lembut, jadilah ombak itu diderai air mata, gagah.

”Damai..damai.. saudaraku,
jabat erat penuh kasih sayang,
untuk apa terus bertengkar
pertemuan ini adalah kabar...”

Tembang ciptaan Anto Baret itu terus mengalir. Anto tidak sempat menyaksikan tembangnya yang tersimpan kuat di hati arek-arek Lawang itu.  Dia tertinggal rombongan Sam Ade dan crew d'Kross yang dipatwali polisi sejak dari Kasembon.

Minggu (13/1) pagi, mereka memang konser di Kasembon. Dari sana menembus kemacetan rutin weekend Malang Raya, menuju Lawang. Anto tidak menyaksikan mata-mata sembab, haru,  dan nyanyian hati para pecintanya;

“Sudah lama aku menunggu pertemuan seperti ini,
ikatan batin yang telah terpatri,
tak bisa aku ingkari,”

Berita Terkait

Berita Lainnya :