Kisah Nuzul Elhaqi Firmansyah, Linmas Cilik Kota Batu


Pelaksanaan Pemilu yang berlangsung pada 17 April lalu memiliki beragam kisah menarik. Salah satu kisah menarik dan menginspirasi ada di TPS 74, RT 04 RW 13, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu. Di TPS tersebut ada bocah kecil yang ikut mengamankan jalannya Pemilu.
Dia adalah Nuzul Elhaqi Firmansyah. Usia masih 11 tahun. Ia nampak gagah mengenakan baju Linmas. Lengkap dengan handy talky (HT) di bahu kirinya untuk berkomunikasi dengan rekan-rekannya ketika ada sesuatu yang tak beres terjadi.
Siapa sangka, Firman dengan seragam yang dikenakannya nampak kedodoran itu ikut membantu mengamankan jalanya pencoblosan hingga perhitungan selesai. Bahkan hampir 24 jam ia ikut berjaga.  
"Saya ikut membantu mengamankan jalannya Pemilu. Selain itu saya juga menjaga ibu saya sebagai di TPS (Sebagai Ketua KPPS, red)," ujar Firman kepada Malang Post sambil malu-malu.
Firman menceritakan, keinginannya menjaga Pemilu karena punya cita-cita sebagai TNI. Karena itu momen pelaksanaan Pemilu ia manfaatkan melatih kepribadiannya agar lebih tegas. Untuk seragam yang dikenakannya, ia mengakui diberi oleh Linmas kampungnya bernama pak Pak Jumain. Pak Jumain juga menjaga jalannya pemungutan dan perhitungan suara di TPS yang sama.

Meski masih anak-anak bisa dibilang anak dari pasangan Riza Syauqi (44 tahun) dan Nunik Halimah (43 tahun) memiliki stamina yang sangat luar biasa. Bahkan tak kalah dengan petugas yang sesungguhnya. Di mana Firman ikut menjaga TPS sejak pukul 07.00 WIB Rabu (17/4) hingga 05.00 WIB (18/4) Kamis pagi.
"Tidak capek. Seneng malahan bisa batu jaga dan nemani ibu di TPS. Bahkan saat bapak jemput untuk pulang saat Magrib saya sempat nangis dan minta kembali jaga," kenangnya.
Firman yang saat ini duduk di bangku kelas IV MI Miftahul Ulum Batu ini tentu tak sendirian. Ia ikut berjaga bersama Pak Jumain selaku Linmas, Serda Setiyo Dwi Oktory dan Serda Dani HD yang merupakan Babinsa Kelurahan Sisir Koramil Batu.
Sementara itu, Nunik Ibu Firman yang juga Ketua KPPS TPS 74 Kelurahan Sisir mengatakan jika dirinya tak menyangka anaknya ikut menjaga jalannya proses pemungutan suara hingga perhitungan.
"Saya ndak sangka Firman ikut jaga. Pasalnya pagi-pagi sebelum pemilihan tiba-tiba datang dengan berseragam Linmas," ujar Nunik.  
Mengetahui hal tersebut Nunik hanya memperbolahkan anak keduanya itu. Asal dengan syarat Firman tak boleh masuk dalam area TPS dan mengganggu jalannya pelaksanaan Pemilu. Bahkan, Nunik sempat menyuruh pulang sang Firman saat malam hari. Namun Firman malah menangis dan tetap bertahan ikut tidur di TPS.
"Saat saya telepon ayahnya untuk suruh jemput Ia malah nangis. Akhirnya saya perbolehkan hingga pagi hari," imbuhnya.
Aksi Linmas cilik ini tentu membawa perhatian sendiri bagi masyarakat sekitar yang hendak memilih. Utamanya membawa perhatian dan pujian oleh Babinsa Kelurahan Sisir, Serda Sutiyo. Sutiyo mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dengan semangat yang dimiliki oleh Firman.
"Sangat bangga sekali melihat anak yang memiliki semangat seperti firman. Ini perlu dicontoh bagi semua orang. Baik tua maupun muda," pungkasnya.(eri/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :