Kisah Peter Ananthaputra Peraih UNBK IPA Tertinggi


Peraih nilai UNBK terbaik jurusan IPA tingkat SMA se Kota Malang Peter Ananthaputra Judianto, telah diterima Perguruan Tinggi jalur SNMPTN namun ia berniat mundur. Hal tersebut disebabkan  oleh penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuknya terlampau tinggi. Namun ketidakberdayaan Peter mendapat respons dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), yang siap memberi beasiswa penuh.
Peter merupakan siswa SMAN 3 Malang yang sebelumnya sudah diterima melalui jalur SNMPTN pada jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB). Usai melalui proses daftar ulang, siswa yang meraih nilai sempurna pada tiga mata pelajaran UNBK tersebut ternyata memperoleh ketentuan UKT sebesar Rp 7,6 juta per semester.
Menurut Kepala Sekolah dari SMAN 3 Malang Asri Widiapsari, M.Pd, pihaknya akan membatu Peter dengan memberikan surat permohonan untuk mendapat keringanan biaya UKT.
“Kami akan mengajukan permohonan keringanan biaya UKT, karena ayahnya Peter dokter tapi sedang jatuh sakit,” terang Asri.
Ayah dari Peter sendiri masih tercatat sebagai seorang PNS dokter di RSSA, namun karena tengah jatuh sakit jadi terpaksa harus dinon fungsionalkan. Sedangkan Peter merupakan bungsu dari tiga bersaudara, yang kedua kakaknya juga masih menempuh pendidikan di UB pada jurusan Kedokteran Hewan semester 8 serta Manajemen semester 4.
“Saya sebenarnya bingung mau melanjutkan kuliah di UB, karena UKT yang ditentukan untuk saya terlalu tinggi. Dua kakak saya juga masih belajar di situ” ungkap Peter.
Masing-masing dari mereka tentunya masih harus membayar UKT sebesar Rp. 8.5 juta serta Rp. Rp. 4.68 juta. Beberapa faktor tersebut menjadi penyebab Peter berniat mengundurkan diri dari PTN yang telah menerimanya.
Jika Peter benar-benar terpaksa harus mundur, maka ia harus mencari alternatif Perguruan Tinggi Swasta untuk melanjutkan pendidikan dengan biaya yang lebih terjangkau. Karena sesuai dengan peraturan, peserta yang telah diterima SNMPTN tak bisa ikuti UTBK untuk seleksi SBMPTN.
“Sebenarnya kalau bisa, saya masih ingin melanjutkan di UB. Tapi saya juga sedang mendaftar pada sebuah institut di Jakarta dengan rekomendasi dari pendeta saya,” lanjut Peter.
Sebagai solusi alternatif, Peter mengikuti proses seleksi pada sebuah institut di Jakarta dan saat ini sedang menunggu panggilan wawancara. Pada institut tersebut Peter berkesempatan untuk memperoleh beasiswa atau keringanan biaya selama kuliah.
Pada pengumuman hasil nilai UNBK, diketahui Peter merupakan siswa jurusan IPA tingkat SMA tertinggi ketiga tingkat Jawa Timur, dan tertinggi di Kota Malang dengan total nilai mencapai 396.00. Peter yang sempat tergabung dalam eskul astronomi ini, mengaku tidak menyangka dapat meraih nilai tertinggi.
“Tidak terlalu menyangka mendapat nilai tinggi, karena di kelas sekarang tidak ada peringkat. Tapi di sekolah diberi pembekalan cukup,” kata Peter.
Menurut Peter, untuk mempersiapkan UNBK ia tak mengikuti bimbel di luar dan hanya mengandalkan pembekalan yang diberikan pihak sekolah. Sebelumnya SMAN 3 sendiri memberikan pembekalan intensif melalui program ‘Super Camp’ guna mendorong siswa agar dapat mengerjakan ujian dengan maksimal.
Selain Peter, siswi SMAN 3 yaitu Annisa Delia Prasnama Shinta juga meraih nilai tertinggi kedua tingkat untuk jurusan IPS dan tentunya tertinggi di Kota Malang. Annisa meraih nilai total sebesar 389.50, dengan capaian nilai sempurna pada mata pelajaran ekonomi.
Sementara itu, Kepala Departmen Teknik Kimia Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Okky Putri Prastuti, S.T, M.T mengaku terharu membaca kisah Peter. Usai membaca berita Peter, Okky langsung menghubungi Malang Post untuk meminta nomor Peter. Ia kemudian menawarkan beasiswa secara langsung pada lulusan SMAN 3 Malang tersebut. Peter berkesempatan besar mendapatkan beasiswa penuh pada Jurusan Teknik Kimia selama empat tahun.
“Barusan saja saya hubungi Peter, langsung saya tawarkan program beasiswa penuh dari UISI. Prestasinya itu tidak main-main, kita berupaya gali potensinya,” ungkap Okky sapaan akrabnya pada Malang Post kemarin.
UISI sendiri sejauh ini merupakan salah satu Perguruan Tinggi inisiator Aliansi Perguruan Tinggi Berbasis Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN). Selama kurun dua tahun terakhir, UISI telah mengadakan program beasiswa penuh bagi para siswa berprestasi.
Dikatakan Okky, nantinya jika Peter memutuskan untuk menempuh pendidikan di UISI, pihaknya akan memperjuangkan agar Peter mendapatkan beasiswa penuh tersebut.
Sementara itu, ketika Malang Post menghubungi Peter terkait penawaran beasiswa dari UISI ini, ia membenarkan bahwa ia baru saja dihubungi oleh Kepala Departemen Teknik Kimia UISI. Ia yang sebelumnya masih bingung untuk melanjutkan studi, mengaku mendapat tambahan pertimbangan.
“Ya senang tawaran beasiswa penuh dari UISI, tapi ini masih dibahas dengan keluarga lagi,” kata Peter pada tim Malang Post.(mg3/ary)

Berita Terkait