Lisa Merisa Juara Nasional Panjat Tebing, Hobi Nge-Trail

MALANG - Anggota kepolisian dari Polres Malang Kota tentunya tak asing dengan sosok Bripda Lisa Merisa. Polwan berusia 23 tahun ini, cukup eksis di kalangan kepolisian lantaran hobinya yang cukup ekstrim, nge-trail. Selain itu, perempuan asli Blitar tersebut juga ternyata memiliki segudang prestasi di bidang olahraga.
Seperti panjat tebing hingga Jujitsu (bela diri).
Ketika SMP, Lisa sapaan akrabnya, diam-diam didaftarkan menjadi atlet wall climbing oleh guru ekstrakurikuler di sekolahnya. “Waktu SMP, saya dulu ikut ekskul basket. Ketika latihan, saya sering manjat ring. Akhirnya guru saya mendaftarkan saya menjadi atlet wall climbing. Akhirnya saya lolos seleksi,” papar dia kepada Malang Post.
Intuisi sang guru pun benar-benar terbukti. Segudang prestasi berhasil diraih oleh Lisa. Di antaranya Peringkat VII Asian Youth tujuh negara pada tahun 2009, Juara I Porprov di Malang tahun 2009 Kategori Boulder Putri, Juara II Kejurprov 2010 di Surabaya kategori Lead Umur Putri, Juara I Kejurnas di Bali tahun 2010 kategori Speed umur Putri.
Kemudian, ketika menginjak bangku SMA, prestasi tersebut terus bertambah. Pada tahun 2011, ia meraih Juara II Kejurnas Kategori Lead Putri. Pada tahun 2012, Juara I Kejurprov Kategori Putri. Sehingga, selepas SMA, ia ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan olahraga. Namun, orang tuanya menginginkan ia daftar untuk menjadi polisi dan kegiatan di bidang olahraga tersebut sempat terhenti. Prestasi terakhirnya, tahun 2014 berhasil meraih Juara II kategori Lead Kejurnas.
“Niatnya pengin kuliah jurusan olahraga. Tapi sama oraangtua nggak boleh. Akhirnya saya ambil inisiatif untuk daftar jadi polisi. Prestasi di bidang wall climbing juga saya sertakan,” jelas dia.
Kemudian, ia langsung menjalai pendidikan Polwan pada Pusdigasum, Porong. “Saya di sana pendidikan selama tujuh bulan. Kemudian mendapat penempatan menjadi anggota unit reskrim Polsek Sukun. Kemudian, awal tahun 2018 hingga Juni 2018, saya menjadi anggota Humas Polres Malang Kota. Kemudian, pada 1 Juli 2018 menjadi anggota lalu lintas (Lantas) Polsek Sukun,” kata Lisa.
Meskipun sudah tidak menjadi atlet lagi, tak menyurutkan semangat Lisa untuk terus berlatih. “Ketika ada yang memberikan informasi latihan dan ada waktu luang ya saya latihan. Saya nggak ikut club tertentu seperti di Blitar dulu. Asal ikut latihan aja,” beber dia.
Lisa menuturkan ingin kembali lagi meraih prestasi di bidang wall climbing. “Saya sebenernya kangen pengin berprestasi lagi di wall climbing. Saya pengin banget ikut kejuaraan lagi. Tapi karena kesibukan, jadi belum sempat. Malah saya tertarik untuk ikut beladiri Jujitsu,” tegas dia.
Selain itu, Lisa juga menyebutkan ia memiliki hobi naik motor trail. “Saya hobi naik trail sejak SMA. Kelihatan keren dan macho aja. Saya sering touring ke Tulungagung, Bromo dan juga balapan di lintasan trail,” ujar dia bersemangat.
Namun, saat ini, Lisa mengaku masih harus vakum dulu melakukan kegiatan nge-trail dan wall climbing. Sebab, pada bulan Juni 2018 kemarin, ia mendapat kecelakaan dan kakinya patah. “Saya terakhir latihan panjat tebing sekitar bulan Mei. Satu bulan berikutnya nge-trail dan kecelakaan. Jadi, harus istirahat dulu sampai benar-benar pulih,” papar dia.
Saat ini, Lisa menambahkan, ia masih melakukan beberapa olahraga yang ringan untuk menjaga staminanya supaya tetap prima sebagai anggota kepolisian. “Hanya jogging dan renang supaya tetap sehat,” tandas dia.(tea/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :