Melihat Kiprah dan Prestasi Tim Reog Universitas Brawijaya


Kiprah seni mahasiswa Universitas Brawijaya merambah internasional. Tim reog UB baru saja tampil di Madagaskar. Nama tim Tari Reog kampus ternama itu adalah “Reog UB”. Terdiri dari sembilan mahasiswa-mahasiswi berbagai jurusan di UB dan 2 dosen pendamping. Mereka secara khusus di undang sebagai tamu kehormatan Kedutaan Besar RI Antananarivo Madagaskar.
Reog UB diundang di acara International Tourism Fairs of Madagaskar (ITFM) pada 13 -16 Juni 2019. Tim ini berkesempatan untuk pentas di pusat konferensi internasional Ivato (CCI Ivato), Antananarivo, Madagaskar.
Ketua tim Reog UB, Imam Restu Arizal menyampaikan Reog Brawijaya, sudah beberapa kali menjuarai Festival Nasional Reog Ponorogo. Tepatnya, selama dua tahun berturut-turut. Hal ini dirasa menjadi alasan mengapa timnya diundang secara khusus untuk tampil di luar negeri tersebut.
Pada tahun 2017 dan 2018 Reog Brawijaya menjadi Juara Umum pada festival yang rutin setiap tahun diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada Bulan Suro.
“Kami mendapat juara di kategori Penyaji Terbaik 1, Penata Tari Terbaik, dan Penata Iringan Terbaik sehingga berhak mendapatkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia namanya Piala Suromenggolo,” tegas Imam kepada Malang Post.
Mahasiswa Fakultas Hukum ini kemudian juga menganggap, diundangnya timnya tersebut juga dilandasi komitmen Kota Malang. Dalam melestarikan budaya seninya, khususnya seni tari. Melihat juga kampus yang bersungguh-sungguh dan memiliki komitmen tinggi untuk melestarikan budaya Indonesia, salah satunya adalah Kesenian Reog Ponorogo.
Terbukti pada peringatan Dies Natalis UB, lanjut Imam, kampusnya tersebut  mementaskan Reog Brawijaya. Beranggotakan beberapa mahasiswa yang mengikuti program Darma Mahasiswa (Biasiswa Mahasiswa Asing Di Indonesia/Pertukaran Pelajar) yang salah satunya berasal dari Madagaskar.
“Serta Reog Brawijaya telah beberapa kali diminta tampil dalam acara acara besar kementerian seperti kementerian kelautan dan perikanan, kementerian BUMN, dan kemenristekdikti,” cerita mahasiswa kelahiran Pasuruan ini.
Imam menerangkan pula kesannya dan tim ketika berkesempatan manggung di event ITM  Madagaskar tersebut. Dijelaskannya ITM 2019 kali ini sangat istimewa karena baru Tahun 2019 event tersebut dihadiri dan dibuka oleh kedua pimpinan tertinggi sekaligus.
Yakni Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara Madagaskar, yang sebelum sebelumnya hanya dihadiri dan dibuka oleh salah satu saja dari pimpinan tertinggi Madagaskar. Kemudian mereka pun sempat kaget melihat antusiasme orang yang hadir. Pasalnya jumlah pengunjung meningkat sejumlah 24,6 persen mencapai ribuan dibanding acara ITM tahun lalu.
“Lalu, tim Reog Brawijaya pentas sebanyak tiga kali dan selalu menjadi Point of View dari setiap rangkaian  pertunjukan. Ini sangat berkesan karena kami para mahasiswa secara pribadi maupun tim Reog Brawijaya sudah sering mengisi acara besar namun baru kali pertama mendapatkan kesempatan untuk Go International,” ungkap Imam gembira.

Berita Terkait