Mengikuti Perjalanan Lady Biker Siti Muzainah alias Mouzza Zee

Perempuan berambut pendek tersebut melanjutkan, pada 8 Maret 2018, ia juga sempat mengunjungi Klenteng tertua di Singkawang. Letak Klenteng tersebut tepat bersebelahan dengan masjid.
“Di sana, banyak sekali suku. Mulai dari Tionghoa, Melayu dan lainnya. Keren banget toleransi beragamanya. Di sini masyarakatnya juga rukun,” lanjut dia.
Setelah berkunjung di Singkawang, Mouzza langsung menuju ke Kabupaten Sambas dan menuju perbatasan Malaysia dan Indonesia.
“Perjalanan mulai ekstrim. Di sana, banyak jalan yang rusak karena longsor,” kata perempun yang juga bekerja di salah satu konsultan pariwisata di Kota Malang tersebut.
Sesampainya di perbatasan, Mouzza tidak diizinkan masuk sampai Malaysia lantaran dirinya tidak memiliki paspor.
“Tapi di sana, saya melihat warga lokal Indonesia yang bekerja di Indonesia tanpa kelengkapan dokumen,” tegas dia.
Tak lama kemudian, Mouzza kembali melanjutkan perjalanannya menuju Merauke dengan menyisir beberapa daerah di Pulau Kalimantan. Sekitar tanggal 20 Maret 2018, Mouzza mengaku sudah sampai di Kelurahan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sesampainya di sana, Mouzza mengaku disambut oleh Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Nurhidayah.
“Kemudian, saya juga sempat diajak jalan-jalan oleh Bapak Wakil Bupati, Ahmadi Riansyah ke Taman Nasional,” kata dia.
Meskipun banyak mengalami kejadian yang tidak mengenakkan selama melakukan perjalanan, langkah Mouzza semakin mantap untuk melangkah menuju Merauke. Senin (26/3) kemarin, perjalanan sosial Mouzza sudah sampai di Palangkaraya. Perjalanannya masih panjang dan harus ia lakukan seorang diri. Tak lupa, selama di perjalanan, ia juga mengumpulkan sumbangan untuk misi sosialnya yang ada di Merauke.
“Berbagai macam cara saya lakukan. Mulai dari menjual kaos touring, menggandeng musisi untuk menggelar charity dan masih banyak lagi,” kata Mouzza.
Demi anak-anak yang ada di Merauke, ia rela menempuh perjalanan jauh sekitar 15 ribu kilometer dan hendak menyampaikan beberapa misi sosial untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada disana. Pertama, ia ingin menyampaikan terkait masalah perempuan, ia ingin menghapus stigma yang ada di masyarakat bahwa perempuan itu adalah kaum yang lemah.
“Kemudian, saya juga membawa sebuah misi untuk kemajuan pendidikan dan juga membahas tentang masalah HIV/AIDS yang masih sering menjadi bahan perbincangan disana,” tandas dia.(tea/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :