Menyamar Jadi Petani Jagung di Kebonagung, Gerilya hingga Jogja


MALANG - Usia Bambang, warga Jalan  MT. Haryono di kawasan Dinoyo Kota Malang saat serdadu Belanda datang menyerang Malang baru 13 tahun.
Meski merasa sedikit takut, ia harus berani mengambil bayonet dan menusuk serdadu Belanda yang mengancam nyawanya pada Tahun 1947 silam. Pengalaman inilah yang ia simpan sebagai pelajaran perjuangan hidupnya hingga saat ini.
Bambang, begitu sapaanya dan juga nama lengkapnya yang singkat merupakan salah satu saksi hidup perjuangan warga Malang. Mereka gagah berani menghadapi serdadu Belanda di masa agresi Militer Belanda di Tahun 1947.
“Saya pakai bayonet hasil rampasan saja. Kalau ada Belanda datang mau tidak mau (harus, Red) bela diri. Kalau hadap-hadapan saya tusuk pakai bayonet,” ungkap pejuang kemerdekaan yang kini berusia 85 tahun ketika Malang Post mendatangi kediamannya.
Dengan nada suara yang agak bergetar, Ia tetap bersemangat menceritakan jika pada saat itu dirinya merupakan warga asli Kepanjen. Dan dengan sigap membela kampungnya sendiri. Ia kemudian diajak bergabung dengan kelompok Gabungan Pasukan Surabaya pada saat itu.
Siang dan malam, Bambang yang masih remaja pada saat itu tidak dapat tidur tenang karena harus siaga menjaga kampungnya yang saat ini menjadi kawasan Ngadilangkung Kepanjen.
“Saya akhirnya pisah dengan  orang tua saat itu karena diajak berjuang ke Jogja dan Madiun,” ungkap pria seluruh rambutnya sudah berwarna putih ini.
Dari Kepanjen ini ia mengaku berjalan selama lima hari bersama sekitar 20 kawan perjuangan menuju Jogjakarta. Dalam perjalanan inilah ia melintasi kawasan Kota Malang. Dan menyaksikan hal-hal mengerikan yang tidak dapat ia lupakan.
Bambang mengaku harus berpura-pura menjadi petani jagung dan hampir saja mati dalam medan jika ketahuan pada saat itu.
“Saya hampir mati waktu lewat Kebonagung. Karena ada pos milik Belanda di sana. Saya pura-pura bawa sak isi jagung di dalamnya ada senjata. Lalu sama Belanda diperiksa untung tidak ketahuan,” tutur Bambang sambil sesekali berdiri dan duduk karena capai.

Berita Lainnya :