Nova Ruth dan Filastine Gagas Konser di Atas Kapal Keliling Pelabuhan


KECINTAAN pada musik dan seni membuat Nova Ruth Setyaningtyas terpanggil dalam gerakan pelestarian alam dan bumi. Demi cita-cita besarnya itu, musisi asal Kota Malang ini membeli sebuah kapal laut.
Nova Ruth, begitu ia akrab disapa kini sedang mengembangkan sebuah program performa seni multimedia yang ‘mengapung’. Proyek yang disebutnya sebagai Arka Kinari: A Floating Multimedia Performance by Filastine & Nova segera diluncurkan dalam waktu dekat.
Mengapa disebut floating alias mengapung? Karena performa seni yang akan ditunjukkanya tidaklah biasa. Nova bersama partner musiknya asal Barcelona, Grey Filastine dan tim kreatifnya akan bermusik di atas kapal.
“Kami akan bermain di atas kapal. Penonton bisa menikmati di pelabuhan-pelabuhan yang kita singgahi,” ungkap Nova Ruth ditengah kesibukannya menyiapkan proyek seni terbarunya itu kepada Malang Post.
Kurang lebih dua tahun terakhir, Nova Ruth bersama Filastine mencari kapal yang cocok dijadikan proyek artistiknya tersebut. Kapal ini kemudian ditemukannya di sebuah kota di Belanda, Rotterdam. Meskipun pada awalnya Nova Ruth sendiri menginginkan kapal pinisi sebagai kapal impiannya.
Namun karena berhalangan dengan waktu dan pendanaan, sebuah kapal jenis living boat  milik warga Belanda yang akhirnya dibeli. Ia membeli dengan hasil urunan bersama Filastine dan juga kawan-kawannya yang terlibat dalam proyek ini.
“Kapal ini biasa dipakai pemiliknya untuk tempat tinggal. Kami mencari yang paling sempurna mendekati pinisi. Lebar deck (geladak kapal,red) 20 meter sudah cukup,” papar putri musisi Indonesia, Toto Tewel ini.
Lebih lanjut Nova Ruth mengatakan, kapal laut yang dipilih berdasarkan konsep lain yang akan dibawanya saat manggung nanti. Yakni membawa pesan khusus untuk meningkatkan  public awareness atau kesadaran publik terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
Sementara laut, lanjut Nova Ruth merupakan penghasil oksigen tertinggi. Sedangkan yang ada saat ini laut sudah tak seindah dulu, juga tidak sebersih dahulu. Kerusakan terumbu karang, sampah plastik yang ada di dalam dasar laut tak terurai dapat menimbulkan bencana bagi manusia juga pada bumi.
“Dengan manggung di atas kapal, kami ingin siapapun yang menonton performa kami di manapun bisa memaknai tentang pesan yang disampaikan. Lebih dekat dengan alam utamanya laut,” jelas perempuan yang memulai karir bermusik di jalur genre hip-hop ini.
Alasan lain memilih kapal, lanjut Nova Ruth erat kaitannya dengan sejarah kelam dunia yakni perbudakkan. Perbudakkan kaum kulit hitam di zaman dahulu juga hendak diingatkannya kembali untuk memberikan pengertian pada publik. Yakni perbedaan dan rasisme tidak boleh ada lagi di dunia. Hal ini pula yang membuatnya semakin giat untuk bermusik tanpa memandang keuntungan industrial.
“Ya anggap saja kita sudah bosan dengan industri, komersialisasi, dan politik. Ini saatnya bermusik sesuai dengan apa yang kita mau. Menyebar pesan kedamaian dan cinta lingkungan,” papar pelantun single ‘Dikawinkan Alam’ ini.
Meski tak  mau membeber jumlah  uang yang dikeluarkan untuk membeli kapal tersebut, ia bersama timnya saat ini sudah separo jalan menyiapkan kapal yang akan disebut Arka Kinari  tersebut.

Berita Terkait