Pengalaman Nurina Izazi, Enam Bulan di Swedia


MALANG POST - Mahasiswi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) asal Kota Malang, Nurina Izazi baru saja pulang dari Swedia untuk program pertukaran pelajar. Program tersebut merupakan kerjasama antara UGM dengan Chalmers University dan menggarap proyek penelitian yang didanai oleh dr. Linneaus Palme. Di sana, ia melakukan sebuah penelitian tentang biogas.
Selain melakukan penelitian, Iza juga mengalami banyak pengalaman seru, salah satunya, melewati bulan Ramadan di Swedia yang rentang waktunya lebih lama, yakni 19 jam. Pada awal bulan Juli, di mana Iza baru saja mendarat di Indonesia, Malang Post menemui Iza di rumahnya. Ketika itu, perempuan lulusan SMA insan Cendikia itu menceritakan soal penelitiannya tersebut. Ia berangkat ke Swedia bersama ketiga orang temannya.
"Penelitian yang saya jalani topiknya tentang biogas. Sebab Swedia sendiri kan lagi gencar-gencarnya nyari sumber energi selain dari fosil yang bisa sustainable gitu," terang perempuan yang mengambil jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.
Lebih lanjut, Iza menjelaskan, penelitian yang dilakukan dari bulan Januari hingga Juni 2018 tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi biogas dari proses fermentasi Synthetic Gas (syngas) dengan menggunakan membran. Fungsi membran tersebut untuk melindungi bakteri dari inhibitor yang bisa menghambat bakterinya buat produksi biogas.
Sementara, syngas diproduksi dari pembakaran biomasa dalam suhu tinggi dengan ditambahkan oksidan. Dari proses pembentukan syngas ini, ada zat lain dari prosesnya yang bisa menghambat bakteri untuk produksi biogas, zatnya adalah toluen dan naftalen.
"Nah, kita pengin tau, membran ini bisa nggak sih dipakai buat meningkatkan produksi biogas. Hasilnya bisa," kata dia.
Untuk hasilnya, masih kata Iza akan dikembangkan lagi ke penelitian lanjutan tentang produksi biogas dari syngas supaya bisa jadi peluang di masa depan untuk produksi bahan bakar yang berkelanjutan.
"Jadi bisa mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas sekaligus ngurangi jumlah sampah di bumi, " jelas Iza.
Sementara untuk hasil penelitiannya tersebut, akan dijadikan publikasi di tingkat internasional. "Alhamdulillah, ini lagi proses dimasukin ke jurnal internasional," kata dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya :