Please disable your adblock and script blockers to view this page


Perjalanan Panjang Deny Eka Jadi MC Andalan Jatim


Sebelum menjadi Master of Ceremony (MC) line-up di Jawa Timur, perjuangan dan perjalanan Deny Eka cukup panjang. Ia yang semula pendiam bisa berubah menjadi orang super heboh, sehingga banyak digandrungi klien. Dalam karirnya, juga pernah menjadi salah satu presenter berita di salah satu televisi swasta.
Kepada Malang Post, Deny menceritakan perjuangan panjangnya selama menjadi seorang MC. “Dulu, saya sebenarnya orang yang pendiam dan lebih banyak aktif di pramuka. Namun, sekitar tahun 2003, ingin menggali potensi diri,” terang pria berkacamata ini.
Sejak saat itu, Deny mengaku banyak belajar dan mulai mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Pelan-pelan, ia mulai mengubah dirinya dari yang pendiam menjadi sosok yang ceria dan ramah kepada orang lain. Bahkan, sejak saat itu, Deny mulai percaya diri untuk mengikuti beberapa ajang pemilihan bakat.
Sekitar tahun 2003, pertama kalinya Deny mulai memberanikan diri untuk unjuk gigi dengan mengikuti ajang pemilihan Kakang Mbakyu Kota Malang. Setelah berhasil melalui proses seleksi yang cukup ketat dan melakukan proses karantina, Deny berhasil meraih posisi sebagai Wakil I Kakang Mbakyu Kota Malang tahun 2003.
“Justru, dari ajang tersebut saya banyak belajar. Mulai dari public speaking, grooming hingga diajarkan jadi lebih percaya diri. Akhirnya, tampil dimanapun tidak malu dan mulai komunikatif,” lanjut dia.
Sejak saat itu, Deny kerap mendapatkan tawaran untuk mengisi berbagai kegiatan di kampusnya. “Saat itu, sering ada job MC di acara kampus tapi nggak dibayar sama sekali,” ujar dia sambil tertawa.
Meski demikian, Deny mengaku senang mendapat kepercayaan dari beberapa orang untuk membawakan acara. Berdasarkan pengalaman yang ada, ia lebih banyak belajar untuk memberikan hiburan kepada para penonton dan juga memberikan pelayanan yang terbaik untuk kliennya.
Kemudian, sekitar tahun 2006, ia bekerja di salah satu provider telekomunikasi. Selain kerja kantoran, ia juga masih mengambil side job sebagai MC. Hal tersebut ia lakukan untuk menyalurkan hobi yang selama ini telah ia geluti.
"Jadi, kalau ada acara kantor apapun, saya yang selalu jadi MC-nya. Rasanya senang banget, bisa kerja sambil menyalurkan hobi,” lanjut dia.
Sekitar empat tahun kemudian, yakni sekitar tahun 2010, ia mengikuti ajang pencarian bakat untuk pemilihan presenter di Trans 7.
"Saat itu, saya coba ikut audisi. Seleksinya ketat banget.," kata pria berkacamata ini.
Saat itu, iada ribuan orang yang mengikuti seleksi tersebut. Setelah melalui proses yang cukup ketat, Deny berhasil lolos. Akhirnya, ia berhasil berkair di ibu kota.
"Selama di sana, saya mengikuti dinamika dan proses yang ada. Namun, sekitar enam bulan terlewati, saya disuruh pulang sama ibu. Ibu kota memang keras," papar lulusan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini sambil tertawa.

Berita Terkait

Berita Lainnya :