Piala Presiden 2019 Jadi Berkah Ekonomi Malang Raya


Piala Presiden untuk semua. Bukan hanya pecinta bola, pemain dan pelatih saja yang menikmatinya. Hampir semua kalangan, merasakan efek berlangsungnya turnamen pra-musim tersebut. Salah satunya efek positif dari sisi ekonomi, banyak orang mendapatkan rezeki dari pertandingan Piala Presiden 2019 digelar. Termasuk di Malang, ratusan hingga ribuan pedagang mengais keuntungan saat agenda pra-musim ini digelar.
Buk Pon terlihat begitu sibuk meladeni Aremania yang memesan kopi, pop ice, atau camilan seperti kacang ketika pertandingan final Piala Presiden 2019, yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Sejak sore, dia sudah menata dagangannya, sebelum banyak Aremania masuk ke tribun 1, tempat dia kerap menjajakan makanan dan minuman.
Buk Pon alias Poniyem adalah satu di antara 366 pedagang asongan yang meraup keuntungan berkat adanya Piala Presiden 2019. Ia yang merupakan kaum kecil, berjualan di tribun ketika adanya pertandingan, merasa beruntung agenda pra-musim ini tetap digelar dan telah memasuki musim keempat.
"Setelah musim lalu Arema harus menjalani sanksi dan hampir 10 kali tidak ada penonton, Piala Presiden ini seperti penghapus dahaga. Kami akhirnya bisa berjualan lagi dan Alhamdulillah, ramai," ujar perempuan asli Kepanjen itu.
Menurut dia, dalam empat pertandingan di Stadion Kanjuruhan, yakni tiga laga di babak penyisihan Grup E, ditambah saat Arema menjamu Kalteng Putra, pendapatannya maksimal. Barang yang dia jual, ludes dibeli Aremania.
"Ya walaupun tidak selalu full, tetapi sangat ramai. Hasilnya bagus buat kami yang menanti berkah di stadion,” papar dia kepada Malang Post.
Ia mengatakan, dalam satu pertandingan dia bisa menghasilkan omset Rp 1,8 juta. Jumlah tersebut, diakuinya stabil dalam empat laga. "Saya tidak menambah barang yang saya jual. Yang terpenting semua dagangan terjual saja sudah senang," terangnya.
Dia mengatakan, omset tersebut dia dapatkan hanya dengan modal dagangannya sekitar Rp 900 ribu. Artinya, Buk Pon meraup keuntungan dua kali lipat dari setiap laga ketika Piala Presiden 2019.
Diakuinya, keuntungan tersebut berbeda-beda dari setiap pedagang. Namun, semuanya dipastikan mengalami keuntungan. "Semua pasti kan laporan sama saya. Mereka semua mengakui beruntung, mas. Senang dengan adanya turnamen ini. Ya ada yang untung Rp 1 juta, Rp 2 juta, tergantung seberapa banyak dia berjualan," urai Buk Pon.
Menurutnya, para pedagang asongan yang dia koordinir berharap sepak bola di Indonesia tetap aman. Musim lalu yang tidak bagus bagi Arema pun, tidak terulang. Sementara, khusus  Piala Presiden pun bisa rutin digelar.
"Semoga timnya juga kompetitif. Saya rasa tahun ini, turnamemnya sangat kompetitif. Sehingga selalu menarik untuk disaksikan Aremania," imbuh dia.
Apalagi, saat Arema mencapai final. Buk Pon mengakui semua asongan mendapatkan berkah. Partai puncak, melawan Persebaya dan Arema berpeluang juara.
"Nggak ada ruginya," tegas dia.

Berita Terkait