Putra Asli Kepanjen, Suarakan Kritik Sosial Melalui Lukisan

Atas konsistensinya membuat karya seni lukis serta selalu mengikuti pameran, membawa namanya masuk dalam daftar salah satu pelaku seni di arsip galeri nasional. “Sebelumnya saya juga dipercaya mengisi di kumpulan buku lukisan yang dibuat oleh orang Italia dengan berjudul Indonesia : Isslands Of The Imagination,” terangnya.
Tujuannya membuat lukisan kritik sosial memang bukan untuk dijual kembali. Melainkan hanya sebagai penyampaian kritik melalui sebuah lukisan. Kemudian, karyanya itu dipamerkan. Sehingga, bisa disaksikan masyarakat luas apa yang disampaikan kritikan sosial tersebut melalui media karya lukisan.
Namun, bukan berarti karyanya tersebut tidak pernah dibeli oleh kolektor mapun pecinta lukisan. “Pernah satu lukisan bergambar pisang ini saya jual seharga Rp 1 Juta. Namun, lebih sering saya membuatkan sesuai dengan pesanan orang. Mayoritas lukisan pesanan itu menggambarkan sebuah kritik sosial,” terang pria kelahiran 21 April 1966 ini.
Didik juga memiliki cara lain untuk menggambarkan ekspresi sebuah kritikan sosial. Yakni dengan menggambar mural di dinding. Pria yang juga dipercaya dalam mendesain sebuah taman rumah ini memang sering kali melukis dinding sejumlah kampung. Di antaranya Kampung Dilem, Ngadilangkung, Panggung dan Mangunrejo. Kemudian dia juga mengajari anak-anak kampung untuk menggambar mural di dinding.
Selama tahun 1987 dia melukis, sudah ribuan karya yang dihasilkan. “Kalau menyampaikan kritik sosial lewat lukisan itu luas. Bisa menggambar seperti apa, sebebasnya,” tuturnya.
Hal itulah yang diajarkannya kepada generasi penerus termasuk kedua anaknya supaya tetap bisa menghasilkan suatu karya kritisi sosial. Dengan mengasilkan suatu karya seni rupa meskipun itu kritisi sosial, ia menilai semakin banyak dilihat oleh masyarakat.
“Dengan banyaknya masyarakat yang melihat karya saya saat pameran, maka pesan kritik yang saya sampaikan melalui lukisan ini diterima dengan baik. Sehingga, ke depannya diharapkan ada perubahan massif pada kehidupan masyarakat ini,” pungkasnya.(Binar Gumilang/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :