Ricky Kayame, Top Skor Piala Presiden 2019 yang Terlupakan


Arema FC mempertahankan tradisi diperkuat pemain asal Papua di musim 2019 ini. Bila tahun lalu ada Israel Wamiau yang berposisi sebagai bek, maka musim ini Tim Singo Edan memiliki Ricky Kayame, yang berposisi sebagai pemain sayap dan juga striker. Jauh sebelum namanya melejit usai menjadi salah satu top skor Piala Presiden 2019, dia memang memiliki cita-cita bergabung serta bersinar di Bumi Arema.
Namanya nyaris terlupakan dari daftar top skor Piala Presiden tahun ini. Padahal, catatan lima golnya, sama dengan yang dicetak Manu Dzalilov dan Bruno Matos, yang juga mencetak lima gol dan disebutkan sebagai top skor.
Namun, beberapa hari setelah final, Kayame akhirnya ditahbiskan pula jadi top skor. Hadiah uang Rp 150 juta untuk top skor pun, otomatis dibagi tiga dan pemain berusia 25 tahun itu juga telah mendapatkannya.
Setelah jadi top skor dan merupakan pemain lokal terproduktif di Piala Presiden, namanya langsung memiliki tempat di hati Aremania. Dia dianggap sebagai pemain Papua yang bakal sukses di Arema, seperti para pendahulunya, Ortisan Solossa, Mecky Tata, Erol Iba hingga Alexander Pulalo.
Kayame pun mengalami banyak perubahan. Kini dia kerap kali dimintai foto, dan harus bersabar selepas latihan melayani permintaan penggemarnya.
"Sebenarnya saya belum apa-apa di Arema. Perjalanan masih panjang dan masih harus lebih kerja keras untuk memperbaiki setiap kekurangan," ujar dia.
Akan tetapi, sejatinya Kayame pun terhitung cepat diketahui publik di Malang. Meski baru bergabung dengan Arema Februari lalu, catatan klub sebelumnya membuat ribuan pasang mata mengawasinya. Ya, sebagai mantan pemain Persebaya Surabaya, yang merupakan rival Arema, resiko dirinya menjadi sorotan pun dia sadari.
"Memang banyak yang membicarakan tentang saya mantan pemain Persebaya yang gabung Arema. Tapi inilah hidup. Kadang di tim ini, ke depan tidak tahu akan bermain di mana. Saya harus profesional dan siap untuk membela tim mana pun. Untuk urusan Persebaya dan Arema, itu tentang suporter. Saya fokus saya untuk bermain di lapangan," terang dia.
Ia pun telah membuktikannya saat menjebol gawang Persebaya, di pertemuan kedua melawan mantan sang klub. Bahkan, gol yang dia cetak ketika memasuki injury time, seolah membunuh mantan klub yang menyia-nyiakan potensinya di musim 2018 lalu. Kayame lebih banyak di bangku cadangan, bahkan tidak masuk line-up.

Berita Terkait

Berita Lainnya :