Sertu Anang Nurdiansyah, Prajurit Penggerak Pramuka di TNI AD


DUNIA Pramuka membuat Sertu Anang Nurdiansyah dikenal luas. Ia menjadi prajurit TNI yang punya nilai plus. Anggota Koramil 0818/26 Singosari ini merupakan sosok yang menghidupkan Satuan Karya (Saka) Wira Kartika di Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu yang sempat vakum. Kini anggota Saka tersebut mencapai 700 orang.
Sosok bintara TNI AD ini memang cekatan. Sederet prestasi sudah diukirnya. Ia terpilih sebagai pembina Saka Wira Kartika seluruh Indonesia pada tahun 2018 lalu. Selain itu mendapat  mandat sebagai pelatih Pembina Training of Trainer (ToT) pada Karang Pamitraan tahun 2018 lalu.
Dinas kemiliteran di TNI AD dan Pramuka memang tak bisa dipisahkan dari Sertu Anang Nurdiansyah.  Prestasi bidang Pramuka diraih melalui perjuangan panjang. Pelatih Kursus Instruktur Muda Pamong Saka Wira Kartika  Kodam V Brawijaya ini kerap mengikuti beragam kursus atau pelatihan untuk mendalami ilmu kepramukaan. Namun demikian, urusan dinas di TNI AD tetap dijalankan secara maksimal.
Anang yang juga pembina Saka Wira Kartika Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu ini bergabung sebagai anggota Pramuka sejak usia 9 tahun. Dia memulainya dari tingkatan paling bawah, yaitu tingkat siaga.
Saat menjadi anggota Pramuka, Anang mengaku mendapat banyak manfaat. Karena dia tidak hanya belajar hidup mandiri, tapi juga keterampilan. Semua yang dipelajarinya itu memberikan dampak positif.
”Dari kecil saya suka berpetualang. Itu sebabnya, saat ikut Pramuka, saya seperti menemukan jati diri,’’ ungkapnya.
Hingga kemudian lulus sekolah dasar, warga Lawang ini tetap sebagai anggota Pramuka di tingkat pengalang. Anang remaja pun mengaku semakin senang. Karena di tingkat penggalang ini, dia tidak sekadar berlatih mandiri, tapi juga menambah wawasan dan pengetahuan. Saat SMP serta SMA, Anang kerap ikut lomba, mewakili sekolahnya. Lomba yang diikuti pun beragam mulai dari tingkat daerah, regional juga nasional.
Karena merasa pas dengan organisasi yang diikutinya, Anang pun tetap beraktivitas di Pramuka. Bahkan meskipun menjadi anggota TNI, tak membuat dia meninggalkan organisasi berlogo tunas kelapa itu.
”Saya masuk TNI tahun 1997. Waktu masuk ditempatkan di Yonif 500 Rider, Surabaya. Di sela-sela tugas, saya juga tetap mengasah ilmu kepramukaan, tetap menjadi anggota Pramuka,” katanya.
Menurut Anang, menjadi anggota Pramuka membuat dirinya mudah saat mengikuti pendidikan militer maupun tugas di satuan TNI AD. Salah satu contohnya saat latihan survival yang mensyaratkan bisa membaca peta, kompas dan berbagai kemampuan navigasi darat. Saat itu Anang melakukannya dengan baik. Termasuk saat dia bersama anggota satuan Yonif 500/ Rider mendapatkan penugasan di Aceh tahun 2004 lalu.
Setelah banyak latihan, pria kelahiran 17 Desember 1977 ini tetap fokus di Pramuka bahkan menjadi pembina. Tahun 2014 lalu, dia menjadi pembina untuk pertama kalinya. Saat itu bertugas di Koramil 0818/26 Singosari.
”Waktu di Singosari, saya langsung memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali Saka Wira Kartika Kodim 0818 Kabupaten Malang yang vakum, lantaran tidak memiliki anggota,’’ ungkapnya.
Anang pun mencari anggota. Dia juga tak segan masuk ke sekolah-sekolah, untuk menjaring anggota Pramuka.Upayanya membuahkan hasil. Satu persatu ada yang mendaftar untuk menjadi anggota Saka Wira Kartika yang merupakan Pranuka TNI AD.
”Awalnya hanya 10 anggotanya. Meskipun sedikit, tapi kami tidak putus asa. Dengan anggota yang minim ini, kami tetap berlatih kepramukaan, tentunya juga mencari anggota lain,’’ katanya.
Anggotanya pun terus bertambah saat itu. Bahkan hanya berselang dua tahun, anggota Saka Wira Kartika sudah mencapai 700 orang.
”Dua tahun kami berlatih kepramukaan, dengan sangat gigih. Tahun 2016 lalu kami ikut lomba Pramuka Saka Wira Kartika tingkat Korem 083/BDJ. Alhamdulillah, kami banyak menyabet juara, dan didapuk sebagai juara umum,’’ katanya. Juara yang diperoleh diantarannya adalah juara satu putra navigasi darat, juara satu putri navigasi darat, juara 1 putra LKBB, dan juara satu putri LKBB.
Saka Wira Kartika Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu tidak fokus lomba saja. Tapi juga selalu membantu beragam kegiatan yang digelar jajaran Kodim 0818. Bahkan kerap terjun langsung untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial.
”Saat ada Operasi Ketupat, Operasi Lilin Semeru dan kegiatan lain, kami juga ambil bagian.
Membantu untuk mengatur lalu lintas dan lain sebagainya,’’ urainya.
Untuk kegiatan sosial, dia dan anggotanya yang lain pernah terbang ke Palu dan Ambon. Tidak sekadar menyalurkan bantuan, tapi juga menjadi relawan, dan membantu para korban.
Kini sudah berusia 42 tahun, dia tidak mau lepas dari Pramuka. Bahkan, dia juga menularkan ilmu kepramukannya kepada dua anaknya. ”Agar mereka juga memiliki jiwa yang mandiri,’’ tandasnya.(ira ravika/van)

Berita Terkait