Sudarno Hadipuro, Keturunan Tionghoa Pelestari Tosan Aji


TERLAHIR sebagai keturunan Tionghoa di luar Jawa, Sudarno Hadipuro memilih lestarikan Budaya Jawa. Pria bergelar Raden Tumenggung (RT) dari Keraton Surakarta itu kenalkan nilai dan spirit keris hingga Taiwan. Ia juga mendirikan Paguyuban Sangga Braja agar terus melestarikan keris.
Sudarno Hadipuro jatuh hati pada tosan aji. Bagi pria asal Riau ini, keris sebagai senjata pusaka tradisional memiliki nilai seni budaya tinggi. Tapi tak banyak generasi muda, khususnya di Kota Batu terpanggil untuk melestarikan.
Karena itulah, warga Jalan Brantas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu ini memilih jalan lestarikan keris. Ia melakukannya melalui berbagai cara. Mulai dari jamasan pusaka, pameran pusaka, hingga menjadi menjadi pembicara di luar negeri yang membahas keris.
Jalan yang ditempuh pria 40 tahun itu berawal dari ketertarikkannya terhadap seni dan nilai-nilai Budaya Jawa. Termasuk di antaranya keris. Sebab menurut dia, Budaya Jawa sangat mendidik, santun dan banyak ajaran yang memberikan ketenangan hati.
"Dari situlah saya mulai belajar Budaya Jawa kepada ayah angkat. Yakni KRHT Sukoyo Hadinagoro yang juga Dewan Pakar Keris Nasional. Saya belajar mulai tahun 1998," ujar Sudarno kepada Malang Post.
Ketika memperdalam ilmunya tentang Budaya Jawa, Sudarno Hadipuro makin merasakan ketenangan dalam hidupnya. Ia bahkan lebih dewasa dalam menyikapi berbagai hal, arif dan bijaksana.
"Setelah belajar banyak tentang Budaya Jawa. Kemudian saya lanjutkan dengan mempelajari keris. Tepatnya tahun 2006 setelah satu tahun sebelumnya Unesco mengakui keris sebagai karya agung dunia asal Indonesia,” paparnya.  
Sedangkan keinginan untuk belajar tentang tosan aji, khususnya keris karena ia merasa terpanggil untuk melestarikan warisan pusaka asli Indonesia. Sudarno mengungkapkan, dari apa yang dipelajarinya,  keris adalah satu-satunya senjata yang manusiawi. Karena keris memiliki nilai estetika yang sangat tinggi. Bahkan lebih dari itu, di dalamnya terkandung filosofi hidup.
"Selain itu ada pandangan filosofi hidup di dalam keris  yang ingin saya lestarikan dan ajarkan. Terutama dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar kemudian secara luas," beber bapak dua anak ini.

Berita Terkait

Berita Lainnya :