Aiptu Harry Sukatno, Anggota Lantas Sekaligus Pawang Ular


Binatang melata bertulang belakang seperti ular, entah dibenci atau dicinta oleh orang. Bagi sebagian orang yang takut dengan hewan berdarah dingin ini, ular adalah hewan yang bisa bikin trauma. Ada pula, orang yang biasa saja dengan ular, tidak takut, tapi juga tidak ada niatan memelihara.
Namun, Aiptu Harry Sukatno, anggota Satlantas Polres Makota, adalah sebagian orang yang mencintai binatang bersisik tersebut. Tak heran, di sela-sela kesibukannya mengabdi di Satlantas Polres Makota ia menjadi penguji SIM A. Harry menekuni hobi memelihara ular bahkan seringkali menjadi pawang.

Riska Kuarti Handayani, Pelestari Seni Batik Lukis


Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Prinsip itulah yang dipegang oleh Riska Kuarti Handayani. Ibu satu anak ini memiliki keahlian membuat batik lukis. Namun dia tak mau menyimpan sendiri keahlian itu. Riska sapaan akrabnya, membaginya kepada orang lain lewat pelatihan gratis untuk keluarga tidak mampu.
"Ilmu kan tidak harus disimpan, tapi lebih baik dibagi, agar tidak hilang, dan bermanfaat juga bagi yang menerima,"  katanya mengawali cerita.

Seniman Tulen, Puluhan Tahun Lestarikan Seni Tradisi

PERAGA KESENIAN: Agus Tri Wahyudi, 66 tahun berada di tengah-tengah alat peraga kesenian di rumahnya Dusun Krajan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 
 
 
Agus Tri Wahyudi, Pendiri Padepokan Gadung Melati
Agus Tri Wahyudi (66 tahun) asal Dusun Krajan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu adalah seniman tulen. Namanya sudah jelas tak asing di masyarakat Kota Batu maupun bagi pelaku seni di berbagai daerah. Ia adalah pelaku, pelestari, pendiri padepokan seni, hingga pembuat ratusan alat kesenian. 

Berita Terkait