Banyak Utang karena Gagal Usaha


BATU - Ita Diana, 41 tahun, warga Kelurahan Temas Kota Batu sudah mulai membaik. Jika sebelumnya dikabarkan sempat drop, ditemui Malang Post, Ita sudah bisa tertawa, kemarin. Ia memiliki utang hingga Rp 350 juta, itu terjadi karena sering gagal membangun usaha.
Ya, menurut Lurah Temas Bambang Hari Suliyan SP, Ita terlilit utang karena bisnis yang selalu gagal. Kata Bambang sapaan akrabnya, Ita beberapa kali membuka usaha, di antaranya catering dan bakso. Modal untuk usaha itu, Ita meminjam ke orang dan koperasi. Apesnya, usaha yang dirintisnya selalu gagal dan Ita tak bisa mengembalikan modal.
“Kepada saya, bu Ita juga tak terbuka. Cerita dia membuka usaha dan gagal itu dari Ketua RW 05 dan Ketua RW 02. Saya tidak tahu kenapa beliau tidak terbuka,” aku Bambang kepada Malang Post.

Tim penguji SIM Polres Makota, juara nasional layanan SIM


Malang Post, Aiptu Harry Sukatno dan Aiptu Eko Syamsi, dua anggota Satlantas Polres Makota, adalah contoh dua penguji SIM A dan C yang gemar menyelipkan guyonan dan candaan, agar peserta tidak pucat pasi ketika menjalani ujian SIM. Mereka jugalah yang menjadi rahasia dibalik kesuksesan Satlantas Polres Makota terima penghargaan juara nasional layanan SIM.
Kesan angker dan menakutkan terus dikikis dari imej kepolisian. Sosok humanis dan supel serta mudah bermasyarakat, adalah kapabilitas yang harus dimiliki polisi modern. Lewat upaya mewujudkan visi polisi humanis, Satlantas Polres Makota terus menerapkan ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sebisa mungkin bebas dari ketegangan para peserta ujian.

Gunawan Wibisono, Seniman Kayu dari Kota Batu


Malang Post, Di tangan Gunawan Wibisono, 22 tahun, kayu lapuk bisa menjadi benda seni yang bernilai. Kayu lapuk yang seharusnya dibuang, diubah menjadi karya yang indah. Bagi Gunawan, keindahan yang muncul dari kayu, adalah keindahan yang sesungguhnya alias tidak bisa dimanipulasi.
Warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu ini tak menghiraukan apapun begitu memegang alat dan kayu. Semua pikirannya tertuju pada kayu yang ada di depannya. Dari ruangan berukuran 2 x 3 meter, tercipta sebuah produk berbahan dasar kayu yang banyak diminati oleh konsumen. Tidak hanya bisa menjadi kursi, meja, namun juga bisa menjadi sebuah cincin yang indah.

Berita Terkait

Berita Lainnya :