Nayaka Budidharma, Boyong Tiga Medali Tingkat ASEAN


MALANG - Nayaka Budidharma (11 tahun) menggondol tiga medali bergengsi di Chess Championship 18th ASEAN Age Grup 2017 di Johor Malaysia, Senin (4/12) lalu. Kamis (7/11) sang juara catur itu telah berada di Kota Malang untuk kembali menjalani aktivitas sekolahnya.
Putra ketiga dari pasangan Aminullah Zakaria dan Lilis Erfianti yang bertempat tinggal di Jalan Junggul A8 RT 06 RW 01 itu memiliki bakat alami permainan strategi ini sejak kecil. Sekilas, Nayaka yang biasa dipanggil Ai ini bersosok kalem, namun di balik pribadinya itu, namanya ditakuti oleh atlet catur se-Indonesia di tingkatannya.

Terharu Ketika Duet Bersama Danrem di Lapangan Rampal

 
“Babinsa, Bintara Pembina Desa. Prajurit Komando Kewilayahan. Ramah Tamah Sopan Santun Pribadinya. Murah Senyum Serta Bersahaja. Babinsa, Bintara Pembina Desa. Selalu Ada di Tengah-Tengah Rakyatnya. Bergoyong Royong  Tuk Membangun Desanya. Tanpa Pamrih Dengan Tulus Ikhlas”
 
Teks di atas adalah lirik dari Mars Babinsa. Saat lagu tersebut dilantunkan Danrem 083/Bdj Kol Inf Bangun Nawoko, senyum bangga terpancar dari raut wajah Pelda (Purn) Andadio Prabowo. Ya, mars ini adalah ciptaannya.Dengan dinyanyikannya mars tersebut, meski bukan dalam acara formal, Andadio merasa kerja kerasnya menciptakan lagu tersebut tak sia-sia.

Kisah Dokter Muda Yang Memiliki Kesederhanaan dan Jiwa Sosial Tinggi


MALANG - Masyarakat Kecamatan Turen, siapa yang tidak mengenal dr. Saji. Kepala Klinik Cakra Husada PT Pindad ini, dikenal sebagai dokter yang memiliki kesederhanaan dan jiwa sosial tinggi. Terutama kepada kaum duafa atau masyarakat miskin.
Penampilannya sangat sederhana. Usianya pun juga masih muda. Baru mau menginjak 34 tahun. Tetapi dedikasi pemilik nama lengkap dr. Saji Purboretno ini, sangat luar biasa untuk masyarakat di Kecamatan Turen.
“Saya hanya sekadar ingin membantu saja. Jangan sampai orang susah menitikkan air mata, karena Arsy Tuhan akan bergetar,” ucap dr. Saji.

Berita Terkait