MALANG - Dana bantuan yang datang dari pemerintah jangan dipakai beli makeup dan jajan. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani, Sabtu (12/5) kemarin. Puan menegaskan hal tersebut di hadapan ratusan penerima bantuan di Taman Singha Merjosari Kota Malang.
 “Ingat ya bu jangan sampai dibelikan make up sama lipstik. Nanti tunjangannya dipakai pendidikan anaknya, beli beras pokoknya kebutuhan anak-anaknya ya,” ujar Puan dengan tawa kecilnya.
Setelah menggoda seorang ibu penerima Tunjangan Program Keluarga Harapan (PKH), Puan juga menggoda seorang anak SD yang juga ditanyainya sesaat sebelum menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ia pun menanyakan kepada seorang anak bernama Bayu mau diapakan uang tunjangan yang ia terima nanti.
Dengan polosnya Bayu menjawab akan digunakan membeli jajanan yang ia sukai. Seketika itu pula Puan dan hadirin yang hadir tertawa mendengar jawaban Bayu tersebut.
“Lho jangan dipakai jajan. Pakai  beli sepatu, tasnya diganti juga tidak apa-apa, jangan dipakai jajan aja kamu ini,” tutur Puan sambil memeluk anak tersebut.
Puan datang ke Kota Malang melakukan penyerahan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan non tunai, Sertifikasi Tunjangan Profesi Guru serta Bantuan Sarana dan Prasarana untuk Satuan Pendidikan kemarin.
Sebanyak 30.376 Kartu Indonesia Pintar (KIP), 10.444 Program Keluarga Harapan (PKH), 15.869 Bantuan Pangan Non Tunai dibagikan kepada masyarakat Kota Malang sesuai dengan data yang ada.
Puan menyampaikan kepada masyarakat agar menggunakan dana yang ada dalam program tersebut dengan tepat dan baik.
Dikatakan, program dari Presiden Joko Widodo ini diharapkan mampu memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, dengan harapan bisa menyelesaikan permasalahan sosial yang ada dengan baik.
"Pemerintah juga memberikan pendampingan kepada penerima PKH agar bisa menggunakannya secara tepat," tukasnya.
Selain itu tahun ini, sebanyak 1,9 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP) difokuskan untuk santri dan anak yatim piatu. Meski tahun-tahun sebelumnya santri di pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah sudah mendapatkan porsi, tapi tahun ini memang sengaja diperbanyak.
"Santri dan anak yatim sudah ada porsinya sejak awal. Tapi tahun ini sebanyak 1,9 juta memang difokuskan untuk mereka," pungkas Puan.
Saat ditanya mengenai keluhan warga terkait belum semuanya penerima KIP mendapatkan bantuan tersebut, Puan menyampaikan jika warga harus bersabar. Dikarenakan sistem yang harus dilalui oleh pemerintah berkaitan pula dengan keuangan negara.
Meski begitu ia menerangkan seluruh KIP yang ditargetkan akan digelontorkan dipastikan akan diterima penerima tahun ini.
Perlu diketahui, di Kota Malang, sejumlah 30.376 siswa tercatat sebagai penerima bantuan melalui KIP. Untuk siswa SD bantuan yang diberikan sebesar Rp 450 ribu, siswa SMP sebesar Rp 750 ribu, dan Rp 1 juta untuk siswa SMA.
Tidak hanya Puan yang hadir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy pun turut hadir mendampingi. Selain itu W akil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Alex Indra Lukman dan Alfi Reziani, Walikota Batu Dewanti Rumpoko serta para pejabat Eselon I Kemenko PMK juga mendampingi.
Sementara itu, Sekda Kota Malang Wasto, menyampaikan jika bantuan yang diberikan kepada warga Kota Malang yang membutuhkan. Hal ini tidak hanya akan menunjang perekonomian warga tetapi juga memberikan harapan dan semangat untuk maju.
Ia menambahkan dukungan Pemerintah Pusat pada KIP, KIS dan PKH memberikan dukungan kuat bagi Pemkot Malang yang selama ini fokus menjadikan program pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas.
Khusus untuk pendidikan, Wasto menambahkan jika bidang tersebut cukup penting dalam membangun sumber daya manusia yang handal dan ujungnya tercipta masyarakat yang sejahtera dan terdidik.
"Pendidikan memberikan peran penting karena merupakan sarana strategis untuk pembangunan bangsa Indonesia khususnya di Kota Malang," pungkasnya.(ica/ary)