1.660 Kreditor Setuju Damai, Tagihan Hanya Rp 38 Miliar

 
KOPERASI Serba Usaha (KSU) Montana ternyata hanya memiliki tagihan tetap sebesar Rp 38 miliaran yang harus dibayarkan ke 86 deposan. Padahal, sebelumnya koperasi ini mendapat tagihan Rp 152,9 miliaran. Ini terungkap saat rapat pencocokan piutang atau verifikasi di Pengadilan Negeri (PN) Niaga, Surabaya.
Tanggal 10 Maret 2017 menjadi hari yang "membahagiakan" bagi pengurus KSU Montana. Rapat verifikasi yang dipimpin hakim pengawas, Deddy Wardiman, SH, MH dan dihadiri kurator dari Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya, pihak KSU Montana dan kuasa kreditor menyatakan total tagihan terhadap deposan hanya Rp 38 miliaran. 
"Ada 86 deposan yang mengajukan tagihan dengan total Rp 152,9 miliaran. Namun setelah diverifikasi, jumlahnya sangat berbeda," kata Ketua KSU Montana, Dewi Maria. Ia menyontohkan milik Deana Widjaja, pemohon pailit dan Ivo Kristiana. Antara penagihan dengan hasil verifikasi tidak sama.
Dalam akta perdamaian kepailitan KSU Montana, Nomor W15.AHU.AHU.1.AH.06.06-336/49/I/2017/Sby tanggal 8 Agustus 2017 yang diajukan BHP Surabaya, tertulis tagihan Deana Widjaja sebesar Rp 2.180.000.000. Namun dalam verifikasi diketahui hanya sebesar Rp 637.350.060. 
Sementara Ivo Kristiana, tagihan yang diajukan melalui kurator sebesar Rp 8.554.400.000, tetapi setelah diverifikasi dalam.pencocokan piutang hanya Rp 1.609.422.077. "Info yang kami terima, katanya sudah termasuk bunganya. Jadi tidak heran kalau tagihan ke KSU Montana membengkak sampai Rp 152,9 miliaran," tambah Barlian Ganesi, SH, MH, kuasa hukum KSU Montana.
Jumlah tagihan yang membengkak ini, kata dia, juga menjadi dasar permohonan perdamaian disetujui. "Nyatanya, ketika ada voting rencana perdamaian, 1.660 kreditor sepakat untuk berdamai. Sedangkan sisanya yakni 330 kreditor menolak," ungkap anggota DPC Ikadin Malang Raya tersebut. 
Perdamaian ini,  lanjut Ganesi, sapaannya, sudah sesuai dengan Pasal 144 UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. "KSU Montana sebagai debitor pailit berhak untuk menawarkan suatu perdamaian kepada semua kreditor. Nah, sekarang kewajiban kami menyelesaikan dengan skema yang sudah disepakati dengan kreditor," urai dia.
Dengan putusan itu, Ganesi meminta kepada siapa saja yang membawa aset KSU Montana  untuk segera mengembalikan ke kantor KSU Montana. "Kami sudah layangkan somasi kepada pihak-pihak yang membawa aset  KSU Montana berupa surat-surat berharga. Termasuk yang dibawa oleh ahli waris Eko Handoko, pengurus koperasi lama," tegasnya. (fin/mar)

Berita Lainnya :