Pencarian Maksimal 7 Hari

 
MALANG – Hingga hari keempat kemarin, pencarian tubuh korban tenggelam di Pantai Watu Leter, masih berlanjut. Belum ada tanda-tanda titik terang ditemukannya tubuh Andre, 35, warga Kampungraas, Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pencarian akan dimaksimalkan sampai tujuh hari.
“Proses pencarian sampai sekarang (sore kemarin, red) masih berlangsung dengan menyisir pantai. Sesuai prosedur pencarian kami lakukan sampai tujuh hari,” ujar Sarianto, anggota SAR BPBD Kabupaten Malang, yang ikut melakukan proses pencarian.
Jika dalam waktu tujuh hari tidak ditemukan, maka peencarian akan dihentikan. Selanjutnya petugas akan melakukan pemantauan di sekitar pantai. “Atas permintaan pihak keluarga, jika sampai tujuh hari tidak ketemu, minta ditambah waktunya. Namun sifatnya hanya pemantauan saja,” terangnya.
Menurutnya, biasanya dalam waktu tiga hari tubuh korban tenggelam sudah muncul di permukaan air. Paling lambat selama empat hari. Tetapi sampai empat hari kemarin, tidak ada tanda-tanda munculnya tubuh korban.
Proses pencarian, terganggu oleh ombak laut yang sangat besar. Ketinggian ombak mencapai tiga meter lebih. Sehingga anggota SAR tidak berani melakukan pencarian dengan menggunakan perahu, lantaran takut berisiko.
“Pencarian kami maksimalkan dengan menyisir sepanjang pantai. Mulai dari lokasi tenggelam di Pantai Watu Leter, hingga pantai Balekambang dan Sendangbiru, dengan membagi beberapa tim,” tuturnya.
Sementara itu, untuk mempercepat proses pencarian, dari pihak keluarga korban sempat mendatangkan sesepuhsetempat, untuk doa bersama. “Keluarga berharap agar tubuh korban bisa ditemukan secapatnya,” katanya.
Sekadar diketahui, Rabu (19/7) lalu, dua pemancing diterjang ombak saat mancing di tengah laut menggunakan perahu speed di Pantai Watu Leter. Satu korban yakni Nurhasan berhasil diselamatkan, sedangkan satu korban lagi yakni Andre, hingga empat hari kemarin masih belum ketemu.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :