Advokat Terbukti Nyabu? Pecat!

 
MALANG – Pengacara punya peran penting dalam penegakan hukum di Indonesia. Sebagai instrumen hukum di luar institusi pemerintah, advokat dituntut punya kredibilitas. Tak heran, DPC Peradi Malang tidak segan memecat advokat yang terbukti memakai narkoba. Hal ini diungkapkan Ketua DPC Peradi Malang, Gunadi Handoko kepada wartawan.
“Advokat Peradi yang terbukti secara sah dan meyakinkan, sudah inkrah terbukti terlibat dengan narkoba, akan dipecat,” kata Gunadi di Grand Palace Hotel Jalan Ade Irma Suryani, Jumat malam lalu, saat halal bihalal bersama Forpimda Malang Raya. 
Menurut Gunadi, ratusan advokat di bawah DPC Peradi Malang harus menjadi instrumen hukum yang mandiri.
Berbeda dengan jaksa, polisi atau hakim yang menjadi bagian dari pemerintah, advokat punya kebebasan karena tak terikat dengan kedinasan. Demi menjaga reputasi dan kredibilitas ini, advokat harus menjadi penegak hukum yang tidak melanggar hukum. Gunadi mengatakan, reputasi pengacara tak boleh dicoreng peredaran narkoba.
“Jika ada pelanggaran lain yang dilakukan oleh pengacara Peradi, di luar narkoba, kita bisa memberikan teguran lisan, tertulis, sanksi ringan hingga sanksi berat,” tambahnya. 
Sementara itu, hal yang sama diungkapkan oleh Kapolres Makota, AKBP Hoirudin Hasibuan saat berbicara di hadapan ratusan advokat Peradi Malang.
Menurut Kapolres Makota, pengacara adalah penegak hukum. Sehingga, tuntutan untuk menjaga diri dari pelanggaran hukum juga tinggi buat para advokat ini. Hoirudin berharap, polisi, kejaksaan dan advokat bisa bersinergi dalam menjaga tegaknya hukum di Kota Malang. Terutama, menjaga sistem hukum yang adil dan berwibawa.
“Jangan sampai pengacara sebagai penegak hukum malah melanggar hukum. Kan tidak bagus, pengacara tapi memakai narkoba. Jangan sampai ada advokat tersandung kasus narkoba. Kalau menjadi advokat yang menangani kasus narkoba, ya itu wajar karena sudah profesi pembela,” sambung Hoirudin.
Kapolres juga menegaskan, kinerja harmonis antara pengacara, polisi, jaksa dan hakim bisa menjaga ketertiban dan keamanan Kota Malang. “Narkoba adalah musuh kita bersama. Dampaknya fatal dan destruktif. Jangan sampai ada keluarga dan orang-orang di sekitar kita terjerat narkoba,” tutup Hoirudin.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...