Ada Penyusup, Polres Makota Diserang!

 
MALANG – Seorang pemuda masuk ke penjagaan dan berpura-pura laporan kehilangan surat di Mapolres Malang Kota, kemarin. Tapi, tidak lama setelahnya ada lagi pemuda lain yang mendatangi mako dengan mengendarai motor. Dia tidak berhelm dan langsung dihentikan petugas di penjagaan. 
Saat ditegur, pemuda tanpa helm ini marah dan adu mulut dengan petugas. Saat perhatian para polisi teralihkan di penjagaan, satu orang yang membawa tas ransel langsung melompati pagar dan berusaha masuk.
Petugas yang ada di mako, melihat gerakan pembawa ransel tersebut dan melakukan pengejaran. Unit K-9 pun dikerahkan untuk mengejar dan menggigit pembawa tas ransel. Pemuda ini pun diamankan. Setelah itu, para polisi langsung menyandang senjata api, lalu melakukan pengamanan di pagar dan gerbang.
Personel polisi lain, lalu melakukan interogasi kepada para pelaku. Ketahuan, bahwa ada pelaku lain yang menyusup di dalam untuk melakukan survey lokasi menaruh tas ransel mencurigakan tersebut. Penyisiran di dalam mako pun dilakukan. Pelaku ini ditangkap dan diamankan sebelum akhirnya Polres Makota memastikan kondisi mako aman.
Aksi ini merupakan simulasi pengamanan markas dari kelompok orang yang punya niat jahat. Pagi kemarin, sekitar 100 personel menjalankan simulasi ini di markas Polres Makota Jalan JA Suprapto. Kapolres Makota, AKBP Hoirudin Hasibuan mengatakan simulasi ini menjalankan skenario serangan sekelompok orang pada saat rutinitas pagi hari di markas polisi.
“Skenarionya, ada kelompok teroris coba masuk ke komando kita. Mereka mau masuk dari depan, tapi karena di situ penjagaan ketat, mereka hanya pancing perhatian lalu masuk dari pagar,” kata Hoirudin kepada wartawan usai simulasi, pagi kemarin. 
“Kami harap, lewat latihan ini, para personel bisa semakin sigap dan awas ketika ada niat jahat yang diarahkan kepada markas dan personel kita,” tambah Hoirudin. 
Sementara itu, Kabag Ops Polres Makota, Kompol Dodot Dwianto menjelaskan, skenario ini melibatkan 100 personel dari jajaran Polres Malang Kota. Dodot merinci bahwa para personel yang terlibat, adalah petugas piket pagi dan polisi yang sedang tidak bertugas di jalan. Simulasi ini dihelat karena mengantisipasi serangan kelompok tertentu yang berniat jahat saat polisi di mako menjalankan rutinitas tugas harian. Tak hanya simulasi di Polres Makota, para personel polisi di 5 Polsek, juga diinstruksikan menjalankan latihan yang sama.
“Kita instruksikan Polsek melakukan simulasi sama, agar semua lokasi komando siaga dan waspada. Latihan besar di Polres dengan melibatkan ratusan personel sudah digelar dua kali tahun ini. Tapi, tiap minggu para petugas piket jaga juga digeber agar tetap waspada,” tutup Dodot.(fin/jon)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :