magista scarpe da calcio Peredaran Narkoba Naik 17 Persen


Peredaran Narkoba Naik 17 Persen

 
MALANG – Peredaran narkoba tidak semakin surut di Kota Malang. Kerja polisi dan jaksa makin berat karena ada peningkatan jumlah kasus narkoba dari tahun 2016 ke 2017. Kepala Kejaksaan Negeri Malang, Purwanto Joko Irianto mengatakan, peredaran narkoba kian menggurita di tahun 2017.
“Jika dibandingkan antara 2016 dan 2017, ada kenaikan kuantitas perkara berkaitan narkotika, sebanyak 17 persen. Kami harap ini jadi perhatian pemerintah daerah, sebagai bahan evaluasi dan pembinaan masyarakat untuk tidak terlibat dengan jaringan narkotika,” kata Joko di kantor Kejari Malang, usai tasyakuran HUT ke-57 Adhyaksa, siang kemarin.
Joko merinci, kenaikan kuantitas kasus narkotika sebanyak 17 persen itu digambarkan dari banyaknya kasus pidana narkotika, sebanyak 141 perkara mulai Januari hingga Juli 2017. Sedangkan, perkara terkait narkoba yang sudah diputus dan memiliki kekuatan hukum tetap, adalah 97 perkara.
Perkara narkotika yang ditangani kejaksaan dapat perhatian Kajari karena Malang menjadi pasar yang menggiurkan bagi para bandar. Selain warga asli Kota Malang sejumlah 800 ribuan orang, pendatang luar Malang berjumlah 400 ribu orang didominasi mahasiswa. Mereka inilah sasaran empuk pengedar barang haram.
Apalagi, gaya hidup anak muda Kota Malang yang kian hedon dan glamor, mendorong pemakaian narkoba sebagai alat pergaulan. Sesuai data Polres Makota, 70 persen tahanan yang tengah menjalani proses penyidikan adalah tersangka narkotika. Para tahanan, didominasi oleh tersangka rentang usia 17 sampai 30 tahun atau usia produktif.
Tidak mengherankan bila para bandar dan pengedar enggan melepaskan pasar konsumen narkoba di Malang. Selain metode peredaran narkoba yang semakin licik, para pengedar juga tidak segan mempersenjatai diri dengan senjata api untuk melukai atau bahkan membunuh aparat yang ingin menangkapnya.
“Kami sangat prihatin dengan situasi ini. Apalagi, sekarang pengedar narkoba kelas kakap di Kota Malang, tidak segan melukai aparat dan menyandang senpi. Terbukti, ada dua barang bukti rampasan senjata api dua buah berikut peluru-pelurunya yang akan kita musnahkan,” sambung Kajari.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :