magista scarpe da calcio Pencuri Motor Lempar Bondet


Pencuri Motor Lempar Bondet

 
MALANG – Jaringan curanmor asal Pasuruan yang terkenal beringas masih terus beraksi di wilayah Hukum Polres Malang Kota. Terbukti, Jumat malam (22/7) lalu, tiga pelaku curanmor menghebohkan kampung Betek-Tembalangan, Jalan Mayjen Panjaitan Gang 17. Saat ketahuan hendak mencuri motor warga, mereka lari sembari melempar bondet. Kontan saja, warga Betek terkaget dengan api yang meledak dari bondet ini. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi membenarkan bahwa tiga pelaku ini melarikan diri sambil melempar bondet ke arah warga yang melakukan pengejaran. 
“Benar, mereka tak hanya lari tapi juga melempar bondet yang mengeluarkan ledakan api ke arah warga,” kata Heru kepada wartawan saat diwawancarai di kantor Kejari Malang, siang kemarin.
Aksi mengemparkan ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Malam itu, tiga pelaku insial DS warga Banjarapel, Pasrepan, Pasuruan, SF warga Ampelbanjar, Pasrepan, Pasuruan dan MA, melintas di kampung Betek Tembalangan. Mereka berboncengan tiga sembari mencari sasaran motor yang akan dicurinya. 
Trio ranmor ini akhirnya melihat sebuah motor Honda Beat yang terparkir di tempat sepi di Jalan Panjaitan Gang 17. Tanpa pikir panjang, salah satu tersangka turun dan merusak rumah kunci sepeda motor dengan leter T. Aksi mereka cukup cepat karena diduga sudah mahir dan berkali-kali melakukan aksinya. 
Namun, belum sempat melancarkan aksinya membawa kabur motor hasilnya kejahatan, mereka ketahuan oleh warga. Warga pun berteriak ada maling. Akibatnya, ketiga pelaku ini pun lari tunggang langgang dan berpencar. Demi menghilangkan kejaran massa yang marah, mereka melempar sebuah bondet yang meledakkan api ke arah warga. Ledakan bondet ini semakin membuat warga emosi dan berusaha menangkapnya.
Saat dikejar warga, MA yang kini jadi DPO, berhasil melarikan diri. Sedangkan, DS dan SF berpencar dan berusaha melepaskan diri dari kejaran. Salah satu pelaku naik ke atap rumah warga sebelum akhirnya terjatuh di dalam rumah. Sementara, pelaku lain sembunyi di semak-semak. Kedua pelaku itu tertangkap warga.
Warga yang telah emosi dengan pencuri ini pun melakukan amuk massa. Bogem mentah pun meluncur satu demi satu dari warga. Mereka hanya bisa melindungi diri sekenanya saat tendangan dan pukulan massa mendarat di wajah dan kepala para pelaku. 
Amukan masyarakat baru berhenti saat petugas Polsek Klojen mengamankan kedua pelaku di markas. Dari keterangan kepolisian, dua pelaku ranmor ini bukanlah pemain baru. “Mereka adalah jaringan Pasuruan yang sering beraksi di Malang,” kata Heru.
Aksi jaringan Pasuruan ini terhitung luar biasa di Malang. Mereka sudah mencuri 18 kali, dengan rincian 3 kali di Klojen, satu kali di Sukun, 1 kali di Pakis, dan 13 kali di Lowokwaru.
Reskrim Polres Makota masih melakukan pengejaran dan pengembangan. “Kita masih kembangkan. Senin (besok) akan kami rilis,” tambah Heru.
Sementara itu, pelaku inisial DS ternyata masih di bawah umur. Kanit Reskrim Polsek Klojen, Iptu Irwan Tjatur membenarkan hal ini. “DS di bawah umur, karena itu diserahkan ke PPA Polres Makota,” tutup Tjatur.(fin/jon)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top