Pegedar Pil Koplo, Juga Produksi Petasan

 
MALANG – Teguh Efendi alias Black, 26, warga Dusun Keden, Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, sejak akhir pekan lalu harus meringkuk dalam rutan Mapolsek Poncokusumo. Ia ditangkap karena mengedarkan pil koplo jenis dobel L. Barang buktinya petugas mengamankan sebuah HP serta 9 butir pil koplo.
Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto, mengatakan penangkapan tersangka Black ini, setelah petugas menangkap seorang pemuda yang teler usai mengkonsumi pil koplo. HF, warga Desa Karangnongko, Poncokusumo, mengaku kalau dia membeli pil koplo dari tersangka Black.
“Dari pengakuan saksi HF itulah, kami lantas mendatangi rumah tersangka Teguh Efendi ini di rumahnya. Saat kami amankan, dia sedang membakar barang bukti pil koplo,” jelas Andik Risdianto.
Menurut Andik, pengungkapan kasus pil koplo ini, bermula ketika petugas patroli di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Saat patroli itu, petugas mendapati HF sedang dalam kondisi teler. HF pun diamankan, kemudian diinterogasi oleh petugas.
Dalam pemeriksaan, HF mengatakan kalau dia mendapat pil koplo jenis dobel L dari tersangka Black. Ia membeli satu tik berisi 10 butir sebesar Rp 25 ribu. Pil setan tersebut lalu dikonsumsinya sendiri.
Sedangkan tersangka Black, mengatakan kalau dia mendapat pasokan pil koplo dari seorang temannya di Kota Malang. Kemudian ia menjual pil koplo itu pada orang tertentu. Salah satunya kepada HF, temannya.
Akibat perbuatannya itu, Black dijerat dengan pasal 196 sub pasal 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan. Ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara.
Sementara itu, dalam pengembangannya tersangka Teguh Efendi alias Black ini, tidak hanya dijerat dengan undang-undang tentang kesehatan saja. Tetapi juga dijerat pasal 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Sebab ia kedapatan, memiliki, menyimpan dan membuat bahan peledak berupa petasan.
Barang bukti yang diamankan, 644 selongsong petasan, 1 plastik bubur mesiu petasan, 1,5 bendel sumbu petasan, 5 batang alat pemadat petasan serta beberapa barang bukti lainnya. “Untuk barang bukti petasan ini, kami temukan di dalam rumahnya terbungkus karung plastik,” ujar Aiptu Andik Risdianto.
Dalam pengakuannya, tersangka Teguh Efendi ini, mengaku sudah sejak lama membuat petasan. Biasanya membuat petasan ketika setiap hari raya, atau hari besar lainnya. Dan barang bukti yang diamankan tersebut, sedianya akan dinyalakan ketika pada saat Imlek nanti.
“Tersangka Black mengatakan, dia membeli bahan untuk membuat petasan di toko bangunan di wilayah Kecamatan Tumpang. Kemudian bahan dioplos untuk dijadikan serbuk petasan,” jelasnya.
Cara untuk membuat petasan tersebut, diakui tersangka Black diajari oleh pamannya warga Kecamatan Tumpang. Bahkan tersangka juga sering membantu pamannya membuat petasan.
“Kami masih kembangkan kasusnya. Apakah tersangka juga terlibat tindak kejahatan lainnya. Untuk serbuk petasan juga akan kami periksakan ke Labfor Polda Jatim,” tuturnya.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :