Satu Bondet Gagal Meledak

 
MALANG - Pelaku pencurian motor yang sempat mengegerkan warga Jalan Mayjend Panjaitan Gang Abu-abu, ternyata membawa dua bom bondet. Satu berhasil diledakkan kepada warga yang melakukan pengejaran,  satu lagi gagal diledakkan. 
Satu bondet tidak bisa meledak diakibatkan terkena air saat pelaku kabur dan menjeburkan diri ke sungai. Tiga pelaku pencurian yakni, DS warga Banjarapel, Pasrepan, Pasuruan, SF warga Ampelbanjar, Pasrepan, Pasuruan dan MA, juga warga Pasrepan Pasuruan. Dua pelaku berhasil ditangkap massa dan MA berhasil kabur.
Farid Kurniawan, 21 tahun, salah satu saksi yang tinggal di rumah yang menjadi TKP pencurian mengatakan, Jumat (21/7) sekitar pukul 02.00, pria yang akrab disapa Wawan ini sedang tidur. Di dalam rumahnya tersebut, ada beberapa teman Wawan yang datang menginap untuk menemaninya. 
“Ada salah satu teman saya yang masih bangun. Ia mendengar suara berisik di teras depan, tempat teman saya parkir sepeda. Kemudian, teman saya membangunkan saya. Ketika saya lihat di CCTV, awalnya tidak ada siapa-siapa,” terang dia kepada Malang Post.
Tak lama kemudian, kedua pelaku tersebut muncul di CCTV. Salah satu pelaku terlihat sedang berjaga dan satunya lagi sedang sibuk di sekitar pintu. 
“Kemudian, kami diam semua. Kami sepakat, jika pelaku tersebut bergerak menyeret motor, baru kita keluar semua,” lanjut dia.
Beberapa saat kemudian, terlihat di CCTV bahwa pelaku tersebut berhasil mengambil motor beat hitam. 
“Kami pun bergerak. Mau keluar tidak bisa. Ternyata pintu saya dikunci oleh pelaku. Akhirnya kami mendobrak pintu,” papar dia.
Ketika pintu berhasil didobrak, mereka kemudian mengejar pelaku. Pencuri motor tersebut berlari terbirit-birit sambil memboyong sepeda motor. Ternyata, di seberang jalan, sudah ada satu pelaku lain yang sedang menunggu. Karena kondisi TKP yang terletak di kampung bagian bawah, maka kedua pelaku yang sedang berusaha naik merasa kesusahan. 
“Mereka bertiga sempat saling tarik menarik. Akhirnya motor pelaku yang sedang menunggu ikut jatuh, kemudian mereka bertiga lari dan dikejar warga,” jelas dia.
Dalam pengejaran warga tersebut, para pelaku pencurian tersebut berlari tak tahu arah. Hingga akhirnya ada genteng warga yang harus jadi korban. “Mereka naik ke atas genteng. Ada lima rumah yang rusak gentengnya. Sekarang sudah diperbaiki,” imbuh dia.
Kemudian, ketiga pelaku terus berlari hingga melemparkan sebuah bondet. Namun, satu pelaku yang diduga merupakan otak dari kejahatan tersebut sudah keburu lari. “Setelah lempar bondet, ketiga pelaku larinya mulai tidak beraturan. Tak lama kemudian, mereka tertangkap. Ternyata pelaku bawa dua bondet. Satunya sudah berhasil diledakkan dan satu lagi sudah terkena air ketika mereka mencoba kabur ke sungai,” tukas Wawan.
Setelah berhasil ditangkap, pelaku yang sempat mendapat amuk massa itu akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian. 
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Heru dwi Purnomo mengatakan tersangka sudah diamankan dan kasusnya masih dalam proses lebih lanjut. “Nanti hari Senin akan kami rilis, sabar dulu, ya,” ujar dia singkat.(mg16/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :