Korban Pantai Watu Leter Ditemukan di Bajul Mati

 
MALANG – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Watu Leter akhirnya membuahkan hasil. Setelah lima hari, tubuh Andre, 35, berhasil ditemukan sore kemarin dalam kondisi sudah menjadi mayat. Tubuhnya ditemukan berjarak beberapa kilometer dari lokasinya tenggelam.
Yusak Krismanto, anggota SAR PMI Kabupaten Malang, dikonfirmasi membenarkan penemuan tubuh korban. Tubuh Andre, ditemukan sekitar pukul 14.35 di sekitar Pantai Bajulmati. Tepatnya di Kajaran, sebelah barat Pantai Parang Dowo.
“Yang menemukan kali pertama adalah anggota dari Pantai Selatan Rescue (PSR), ketika melakukan penyisiran darat. Tubuh korban terdampat di tepi pantai,” terang Yusak Krismanto, ketika dikonfirmasi via telepon kemarin.
Saat ditemukan, lanjutnya Yusak, kondisi tubuh korban sangat memprihatinkan. Selain sudah melepuh karena selama lima hari terendam air laut, kondisi wajahnya juga nyaris tidak bisa dikenali. Namun seluruh anggota tubuhnya masih utuh.
Meski demikian, pihak keluarga meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Andre. Apalagi, untuk pakaian dan celana korban masih melekat. Hanya jaket yang dikenakan korban saja yang sudah lepas.
Usai dievakuasi, jenazah Andre langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. “Setelah dari lokasi penemuan, jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka, tidak dimintakan otopsi di rumah sakit,” ujarnya.
Dengan ditemukannya tubuh Andre tersebut, maka operasi pencarian tubuh korban tenggelam dihentikan. Sebelumnya ada puluhan petugas SAR gabungan yang membantu pencarian. Proses pencarian dibagi menjadi beberapa titik dengan menyisir daratan. Sebab, ketinggian ombak tidak memungkinkan melakukan pencarian di laut.
Kasatpolair Polres Malang, AKP Dwiko Gunawan, mengatakan jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka. Jenazah korban hanya dimintakan visum luar di Puskesmas saja. “Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, dan menerima kematiannya sebagai musibah,” jelas Dwiko Gunawan.
Ditambahkannya, jenazah korban ditemukan oleh seorang pengunjung yang kemudian memberitahu petugas SAR Gabungan. Selanjutnya petugas bersama-sama dengan keluarga menuju lokasi untuk memastikannya. “Jenazah diyakini adalah tubuh Andre yang tenggelam, karena ada ciri-ciri gambar tato kelabang di betis kaki kiri. Serta gambar tato di kedua lengan korban,” paparnya. 
Sekadar diketahui, Andre, dinyatakan hilang di tengah laut setelah tubuhnya dihantam ombak saat sedang mancing. Saat itu, ia mancing gurita bersama Nurhasan, tetangganya dengan menggunakan perahu speed. Ketika sedang asyik mancing di jarak sekitar 1 mil dari tepi pantai itulah, ombak setinggi 4 meter datang menerjang.
Tubuh Andre dan Nurhasan pun terlempar dari perahu. Nurhasan bisa selamat karena berhasil meraih papan kayu untuk pelampung. Sedangkan tubuh Andre langsung hilang tenggelam. (agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :