Dua Jam Jalani Pemeriksaan


MALANG – Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng, menjalani pemeriksaan oleh majelis hakim di PN Malang, siang hingga sore kemarin. Apeng, diperiksa oleh hakim yang dipimpin ketua majelis Rightmen MS Situmorang SH MH. Dia diperiksa sebagai terdakwa kasus dugaan penipuan penggelapan yang menjeratnya, dari laporan Chandra Hermanto, kakak iparnya.
Apeng diperiksa selama kurang lebih dua jam, dengan Hadi Riyanto SH-Trisnaulan Arisanti SH, duduk di kursi jaksa penuntut umum. Sumardhan SH, kuasa hukum Apeng, berada di kursi yang berlawanan. Dalam pemeriksaan, Apeng menyatakan bahwa persoalan ini bukan ranah pidana namun perdata.
“Inti dari persoalan ini adalah utang piutang. Kalau ini soal utang piutang, ranahnya bukan pidana. Seharusnya Apeng dulu digugat secara perdata,” kata Mardhan kepada wartawan usai persidangan .
Dalam persidangan, Apeng juga menyampaikan sertifikat 102 Manahan Solo yang menjadi pokok perkara, sudah cacat hukum. Pasalnya, menurut Apeng, sertifikat 102 Manahan Solo dengan notaris Wahyudi Suyanto SH telah ada Akta Jual Beli (AJB) baru. Selaini tu, perdamaian antara Chandra dan Apeng sudah batal di hadapan notaris Eko Handoko SH pada 2013. Sehingga, Apeng mengatakan alat bukti yang dipakai jaksa sudah cacat hukum.
Sementara, Mardhan mengatakan JPU mengajukan bukti baru tentang Apeng yang menjual lahan 102 Manahan Solo kepada Hadian Ramadhan warga Surakarta 2005 lalu. Namun, pengacara dari kantor advokat Edan Law itu menganggap bukti yang diajukan JPU tidak sesuai konteks dan keluar dari perkara ini.
“Sertifikat 102 Solo masih ada di Bank Permata, sehingga keliru kalau menganggap lahan ini sudah dijual. Penegasannya juga ada di Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Polda Jateng 21 Desember 2010,” ungkap Mardhan.
Advokat Peradi ini menambahkan, apabila bukti yang diajukan jaksa diserahkan kepada hakim sekarang, harusnya sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) awal.
“Kalau itu jadi barang bukti harusnya masuk BAP sejak awal, dan harus disita juga, dan ada berita acaranya,” tambahnya. Hakim Rightmen, menunda persidangan hingga minggu depan, dengan agenda pemeriksaan barang bukti surat.(fin/jon)

Berita Lainnya :