Gelar Perkara Pengerebekan Beras

 
MALANG – Tim Satgas Pangan Reskrim Polres Malang, belum menentukan tersangka atas dua gudang pengelohan beras yang digrebek Jumat (21/7) lalu. Penetapan tersangka baru dilakukan setelah gelar perkara dengan pihak insntansi terkait, seperti Disperindagsar, Dinas Perizinan, Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang.
“Rencana gelar perkaranya baru Senin besok (hari ini, red). Karena kami juga harus meminta pendapat dari pihak instansi terkait,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Jika dari hasil gelar perkara tersebut, ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, secepatnya pasti akan ada penetapan tersangka. Seperti halnya dengan penetapan tersangka terhadap Winarso, pemilik UD. Widodo, pengolahan beras di Desa Pringu, Bululawang, yang sebelumnya juga digrebek Tim Satgas Pangan Polres Malang.
“Kalau memang ada pelanggaran hukum dan cukup kuat bukti, maka pasti ada yang kami tetapkan sebagai tersangka. Siapa itu, tunggu hasil gelar perkara nanti,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Jumat (21/7) lalu Tim Satgas Pangan Polres Malang menggrebek dua gudang pengolahan beras di wilayah Kabupaten Malang. Yakni gudang PT Pilar Menara Mas, di Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan serta gudang pengolahan beras milik H Doni alias Yul, di Desa Karangasem, Kecamatan Gondanglegi.
Di gudang PT Pilar Menara Mas, polisi menyita 145,5 ton lebih beras yang diduga bercampur bahan pemutih. Sedangkan di gudang pengolahan beras milik H Doni, diamankan 30 ton beras serta 5 ton gabah. 
Kedua gudang pengolahan beras tersebut, saat digrebek sama sekali tidak bisa menunjukkan izin usaha. Mereka tidak memiliki izin gudang untuk produksi usaha. PT Pilar Menara Mas, justru menunjukkan izin usaha yang dibuat di Kota Surabaya, padahal tempat usahanya di Kabupaten Malang.
Dari penggrebekan dua gudang tersebut, kemarin penyidik Tim Satgas Pangan Reskrim Polres Malang, telah memanggil kedua pemilik gudang untuk dimintai keterangan. H Doni alias Yul, hanya bisa menunjukkan SIUP. “Sedangkan untuk izin usaha lainnya sama sekali tidak punya,” tutur Azi.
Sedangkan PT Pilar Menara Mas, ketika diminta menunjukkan surat perizinan, yang dibawa justru izin usaha yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. “Padahal lokasi izinnya berada di Kabupaten Malang. Seharusnya izin usahanya juga dari Kabupaten Malang,” jelasnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :