Pengangguran Edarkan LL di Turen


MALANG – Satuan Reserse Narkoba Polres Malang, terus memberantas peredaran obat keras yang disalahgunakan. Polisi baru saja membekuk Didit Firmanda, 20 tahun warga Jalan Masjid Barat, Kecamatan Turen Kabupaten Malang karena diduga mengedarkan pil dobel L kepada kalangan remaja maupun dewasa.
Dari keterangan yang dihimpun, polisi mengendus adanya peredaran obat terbatas yang disalahgunakan setelah menerima informasi dari masyarakat. Polisi lalu melakukan penyelidikan dari petunjuk yang ada. Penyelidikan akhirnya mengarah pada seorang pengedar yang berkeliaran di kawasan Turen.
Pada 3 Februari lalu, polisi mengantongi identitas Didit yang diduga kuat sebagai pengedar pil dobel L dengan konsumen sebagian besar remaja. Akhirnya, polisi membuntuti pelaku hingga daerah selatan. Tepatnya di sebuah jalan raya selatan lapangan Desa Undaaan Kecamatan Turen pada pukul 23.30 WIB.
Didit tidak menduga dan kaget saat disergap oleh petugas kepolisian. Dia dihentikan dan diminta turun dari kendaraan. Polisi yang melakukan penggeledahan berhasil mengungkap keterlibatan Didit dalam peredaran dobel L di Turen. Pasalnya, polisi menemukan dobel L dari hasil penggeledahan di tubuh Didit.
Yakni, sejumlah 933 butir pil dobel L, satu buah HP, satu botol plastik serta uang tunai Rp 50 ribu. Didit pun langsung digelandang ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni mengatakan penyidik masih mendalami keterangan tersangka.
“Kami masih melakukan pendalaman penyidikan, terkait dari siapa dia membeli dan menerima suplai pil dobel L,” terang Farid kemarin.
Polisi menerapkan dua pasal langsung kepada Didit. Pemuda pengangguran itu dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Jika terbukti bersalah melanggar dua pasal itu, maka Didit terancam hukuman penjara antara 10 sampai 15 tahun maksimal.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :