Tiga Hari Membusuk di Kamar


MALANG – Sesosok pria ditemukan meninggal dengan kulit menghitam di Perum Mutiara Resident blok F nomor 4 RT 02 RW 07 Mulyorejo, Bandulan, Sukun, sore kemarin. Pria bernama Dharma Kusuma 60 tahun, telah membusuk di dalam kamarnya. Masyarakat baru tahu tentang jenazah ini, setelah rumah itu mengeluarkan bau busuk.
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta kepada Malang Post mengungkapkan, laporan kepada polisi masuk sekitar pukul 15.00 WIB.
“Korban ditemukan setelah saksi datang ke rumahnya tapi tidak ada jawaban dari dalam,” kata Anang dikonfirmasi kemarin.
Dia merinci, Andik 37 tahun warga dusun Sawun Jedong Wagir, sudah membikin janji dengan korban untuk bekerja di suatu tempat, mulai Selasa 30 Januari 2018 lalu. Andik pun sepakat bertemu dengan Dharma kemarin.
Dia lalu menghubungi korban lewat handphone tapi tidak terangkat. Sehingga, Andik berinisiatif mendatangi rumah korban untuk menemuinya. Namun, Andik tidak menerima jawaban apapun ketika mengetuk pintu. Selain itu, dia juga mengendus bau tak sedap.
Andik lalu meminta tolong kepada tetangga Dharma, yakni Pramuji 37 tahun warga blok B3, untuk mencongkel jendela depan. Saat jendela itu terbuka, bau sedap menguar dan Dharma sudah tergeletak tak bergerak. Tangan pria kelahiran Jambi itu, terlihat terbuka, mengeras dan kaku.
Selain itu, seluruh bagian kulit yang tidak tertutupi busana, terlihat melepuh dan menghitam. Melihat situasi ini, warga langsung menghubungi Polsek Sukun. “Kami mendatangi lokasi, mengamankan TKP, dan melakukan identifikasi bersama Unit Inafis Polres Makota,” kata Anang.
Setelah pemeriksaan awal dan identifikasi, polisi membuat kesimpulan sementara bahwa korban sudah meninggal setidaknya selama tiga hari. Hal ini diperkuat oleh kondisi mayatnya yang menghitam, sebagai seluruh sel tubuh korban sudah mati. Anang mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit. Ini diperkuat dengan keterangan saksi Andik yang menyebut Dharma sudah menderita penyakit gula atau diabetes selama bertahun-tahun,” ungkap perwira dengan satu melati emas di pundaknya tersebut.
Selain itu, Dharma juga hidup sendiri di rumah kontrakan tersebut sehingga kematiannya tidak diketahui oleh orang lain. Polisi, memakai alamat domisili aslinya di Graha Tanjungan Asri  Jalan Opak, Tanjungan Driyorejo Kabupaten Gresik, untuk melacak sanak famili korban. “Setelah identifikasi, korban dievakuasi ke KM RSSA,” tutup Anang.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...