SMKN 4 Gelar Sumpah Pocong, Siswanya Dicurigai Curi Uang Amal


MALANG – Wali murid salah satu siswa kelas XII SMKN 4 Malang, Indah Hastuti, 45 tahun, warga Jalan Mergan Raya RT 9 RW 6 Tanjungrejo, Sukun tidak terima atas dugaan pencurian uang amal yang ditujukan kepada anaknya berinisial DH. Terlebih, anaknya disuruh melakukan sumpah pocong oleh pihak sekolah, Jumat (2/2) lalu.
Menurut informasi yang dihimpun, awal mula kejadian tersebut, uang amal sebesar Rp 2,8 juta yang disimpan di lemari Masjid Luqmanul Halim SMKN 4 Malang raib, Kamis (1/2) lalu. Atas kejadian tersebut, kemudian DH dicurigai yang mencuri.
“Anak saya lapor pada saya jika ia dicurigai mencuri uang kotak amal sekolah,” ujar Indah kepada Malang Post.
Bahkan DH mengaku jika ibunya siap-siap akan dipanggil oleh pihak sekolah. Dari laporan DH tersebut, kemudian Indah bertanya balik apakah memang benar jika anaknya mencuri. “Pada waktu saya tanya, ia jawab kalau tidak mencuri,’’ katanya.
Karena takut anaknya dinilai buruk dari teman-teman dan gurunya karena kecurigaan yang belum ada buktinya, Indah mendatangi sekolah Jumat (2/2) pagi. Ia didampingi dua adiknya, Anita Teisnawati, 38 tahun dan Heni Tri Lestari, 40 tahun.
Mereka bertiga datang meski belum mendapatkan panggilan dari pihak sekolah. Ketiganya meminta konfirmasi kepada guru atas kecurigaan terhadap anaknya. Mereka bertiga menghadap Waka Kesiswaan SMKN 4 Malang, Drs Darmadi.
Saat berada di ruang Kesiswaan, mereka ingin tahu alasan dan bukti-bukti pihak sekolah yang mencurigai anaknya.
“Di ruang Kesiswaan, saya tanya ke Pak Darmadi bukti apa yang membuat anak saya dicurigai,’’ jelasnya.  
Dari informasi yang didapat, pihak sekolah mencurigai DH yang mengambil uang karena saat dilakukan penggeledahan ditemukan uang receh sebesar Rp 30-40 ribu. Uang tersebut ditemukan di tas DH. Padahal uang yang hilang sebesar Rp 2,8 juta.
Selain itu, kecuriaan terhadap DH, karena salah satu teman DH sedang mengisi daya HP di musala. Dengan dua dugaan itulah DH dicurigai mencuri uang kota amal tersebut.
Setelah menunggu keputusan lebih lanjut, orangtua DH kemudian pulang. Namun tak disangkanya, ketika mereka pulang, pihak sekolah melakukan sumpah pocong. Sebelum melakukan sumpah pocong, gurunya juga menyuruh DH untuk membuat surat pernyataan.
Atas kejadian sumpah pocong yang melibatkan anaknya tersebut,  Indah merasa sangat menyesal dan menyangkan. Karena, kecurigaan dan dugaan belum memiliki bukti yang menyakinkan.

Karena meyangkan pihak sekolah yang melakukan sumpah pocong inilah, Indah kemudian membuat surat pengaduan ke Komisi D untuk secepatnya diselesaikan.
“Saya tidak mau hal ini membuat anak saya berfikir, selain itu secara tidak langsung, teman-temannya akan menilai jelek anak saya. Saya hanya ingin nama anak saya dibersihkan. Jika memang terbukti mencuri, bisa diselesaikan dengan jalur hukum,” tandasnya.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMKN 4 Malang, Drs Darmadi mengatakan jika pihaknya masih menunggu Kepala Sekolah balik dari Jakarta.
“Kami tidak bisa memberikan keterangan terkait masalah itu. Tapi memang benar pada hari Kamis (1/2) uang amal di Masjid hilang,” tuturnya kepada Malang Post.
Sedangkan Kepala SMKN 4 Malang, Drs. H. Wadib Su’udi, S.Pd.,MM saat dihubungi melalui telepon mengatakan jika permasalahan tersebut sudah diselesaikan oleh guru agama dan akan meminta permohonan maaf. (eri/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...