magista scarpe da calcio Edarkan Pil Koplo di Ponpes


Edarkan Pil Koplo di Ponpes

 
MALANG - Peredaran narkotika di wilayah Malang Raya benar-benar luar biasa dan harus mendapatkan perhatian serius untuk dilakukan pencegahan. Tidak hanya menyasar remaja, pelajar,  mahasiswa, tetapi kini sudah merambah ke santri. Peredaran pil koplo jenis dobel L tersebut, sudah masuk lingkungan pondok pesantren (Ponpes).
Akhir pekan lalu, Unit Reskrim Polsek Karangploso, menangkap seorang pengedar pil koplo jenis dobel L. Yakni, Febri Yunior, 19, warga Dusun Kalimalang, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Penjual sempol keliling ini, ditangkap di rest area Karangan, Desa Donowarih, Karangploso.
Penangkapan Febri, setelah petugas mendapat keterangan dari santri di salah satu ponpes di Kecamatan Karangploso, yang diketahui baru mengkonsumsi pil koplo. MBS, salah satu santri tersebut mengaku kalau dia mendapatkan pil koplo, dengan cara membeli dari Febri Yanuar.
“Dari pengakuan santri itulah, akhirnya kami memburu Febri dan berhasil menangkapnya. Barang buktinya, kami mengamankan 60 butir pil koplo jenis dobel L serta uang Rp 15 ribu dari hasil penjualan,” ungkap Kapolsek Karangploso, AKP Farid Fathoni.
Menurut mantan Kapolsek Pakisaji ini, sebelum menangkap Febri, pihaknya mendapat pengaduan dari pihak Ponpes, ada seorang berinisial MBS, yang gelisah usai minum pil. Petugas yang mendapat informasi itu, lantas mendatangi Ponpes dan memeriksa MBS.
Ternyata MBS, baru saja mengkonsumsi 4 butir pil koplo jenis dobel L. Lima butir pil koplo lainnya, ditemukan di saku bajunya. Saat ditanya, MBS mengaku mendapat pil koplo itu dari AMH, temannya. AMH sendiri, mengaku kalau pil koplo dibeli dari Febri Yunior.
“Tersangka Febri ini, menjual pil koplo itu di sekitar rest area Karangan, Desa Donowarih. Selain ditawarkan kepada pemuda dan pengunjung, ia juga menjualnya kepada santri. Satu tik dijual seharga Rp 15 ribu,” terang mantan Kapolsek Sumbermanjing Wetan ini.
Dalam pemeriksaan, Febri mengaku kalau dirinya mendapat pasokan pil koplo itu, dari seorang temannya asal Kecamatan Pujon. Ia mengaku sudah sejak tiga bulan lalu, menjadi pengedar. Biasanya, pemesanan barangnya lewat telepon, kemudian dikirim disuatu tempat.
“Kami sudah mengembangkan kasusnya dengan memburu pemasoknya asal Kecamatan Pujon. Tetapi setelah kami datangi rumahnya, ternyata yang bersangkutan sudah meninggal dunia akibat kecelakaan,” paparnya.(agp/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top