magista scarpe da calcio Mantan Kades Permanu Ditahan


Mantan Kades Permanu Ditahan


 
MALANG - Menggunakan rompi warna orange bertuliskan Pidsus, Siswo Ady Ustanto, 41, digelandang petugas dari ruang penyidikan Pidsus Kejari Kepanjen lantai dua, menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu. 
Mantan Kepala Desa (Kades) Permanu, Kecamatan Pakisaji ini, dikirim ke LP Lowokwaru untuk dijebloskan ke dalam penjara. Sebelum beranjak meninggalkan Kejari Kepanjen, Siswo meminta untuk bertemu dengan istrinya terlebih dahulu. 
“Saya mau bertemu dengan istri dulu. Katanya tadi sudah perjalanan ke sini,” kata Siswo, kepada petugas sebelum digelandang ke LP Lowokwaru.
Petugas pun lantas memintanya untuk menunggu di ruang tamu dengan penjagaan ketat. Tak lama kemudian, wanita berkerudung hitam yang diketahui istrinya datang. Siswo langsung memeluk dan mengecup kening istrinya.
Ia juga terlihat menyampaikan sesuatu kepada istrinya. Keduanya pun terlihat menitikkan air mata. Sekitar 10 menit kemudian, Siswo langsung digelandang petugas.
Warga Dukuh Blau, Desa Permanu, Pakisaji ini, menjadi tersangka dugaan kasus korupsi. Ia menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) serta Dana Desa (DD), ketika menjabat sebagai Kades pada tahun 2015 – 2016 lalu. Nilai total kerugian negaranya sekitar Rp 112 juta.
“Rabu (7/2) yang bersangkutan kami periksa, kemudian ada bukti petunjuk lengkap dan ada pengakuan juga. Selanjutkan kami jadikan tersangka dan ditahan sementara selama 20 hari di LP Lowokwaru untuk penyidikan lanjut,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Suseno, SH, MH.
Pada tahun 2015 lalu, ketika Siswo masih menjabat Kades, mendapat anggaran ADD sebesar Rp 459 juta lebih, sedangkan DD sebesar Rp 284 juta lebih. Kemudian pada 2016, digelontor anggaran ADD sebesar Rp 470 juta lebih dan DD sebesar Rp 633 juta lebih.
Besaran APBdes tersebut, digunakan untuk pembangunan desa sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Namun anggaran yang turun untuk desa tersebut, ada kegiatan-kegiatan dalam APBdes yang tidak dilaksanakan. Ada pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan APBdes. 
Termasuk potongan pajak dari anggaran tersebut, yang seharusnya disetorkan oleh Siswo tidak disetorkan ke Kas Daerah. Karena ada dugaan penyelewengan anggaran yang nilainya ratusan juta itulah, akhirnya warga yang mengetahui melaporkan ke Kejari Kepanjen pada 2016. Selama tahun Kejari Kepanjen melakukan penyelidikan kasus ini. 
Kemudian pada 16 Januari 2018 lalu, baru dilakukan penyidikan. Dari keterangan 12 saksi yang dimintai keterangan, yakni mulai dari perangkat desa, pejabat Pemkab Malang, Inspektorat dan Camat Pakisaji, akhirnya disimpulkan bahwa Siswo memang bersalah dan telah mengakibatkan negara mengalami kerugian. 
Dengan barang bukti berupa dokumen Perdes, laporan pertanggungjawaban, dokumen pencairan ADD dan DD serta dokumen APBdes.
“Kerugian awal dulu sebetulnya sekitar Rp 160 juta. Oleh tersangka sebagian sudah dikembalikan. Dan begitu kami audit, ditemukan kerugian negara sekitar Rp 112 juta,” pungkasnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang