Fakhrudin: Itu Bukan Penggelapan, Tapi Pinjaman


MALANG - FAKHRUDIN Umasugi SH, kuasa hukum Ivo Kristiana membuka blak-blakan permasalahan yang terjadi di KSU Teratai Mas Bhuwana (TMB). Kepada Malang Post, ia mengatakan permasalahan itu berawal dari hubungan asmara antara kliennya dengan Conrad Notoatmodjo yang kandas.
“Klien saya dan Conrad yang mendirikan koperasi itu. Mereka juga pacaran sejak enam tahun lalu. Namun, setelah pak Eko Handoko meninggal, tiba-tiba Conrad memutus hubungan. Tidak jelas apa masalahnya. Klien saya tidak mempermasalahkan,” ungkapnya.
Menurut Ivo kepada dia, yang penting koperasi tetap dikelola secara profesional. Namun, sikap Conrad yang pernah bekerja di salah satu bank swasta ini, malah keterlaluan. Dia jarang masuk kantor. Kalaupun masuk kantor, hanya lima menit dan keluar kembali. Tapi Ivo dikatakan tetap baik dan membayar gaji Conrad sebesar Rp 8 juta. 
“Meski Conrad tidak mengelola koperasi dengan baik, proses pembayaran kepada deposan ditangani Ivo sendiri. Rata-rata, deposan mau menyimpan dananya ke koperasi ini karena kenal dengan Ivo semua,” tambah Fakhrudin.
Buktinya, lanjut advokat ini, dalam perjalanan KSU TMB, berjalan dengan baik tanpa ada tunggakan dalam pembayaran bunga nasabah koperasi. Disinggung tentang laporan Conrad ke Polres Makota dan Polda Jatim, ia mengaku kliennya belum dipanggil sama sekali.
“Itu bukan penggelapan tapi pinjaman. Oleh Ivo dan keluarganya, mereka memberikan sertifikat sebagai jaminan. Tapi ditolak oleh Conrad dengan alasan, sebagai keluarga besar Eko Handoko, tidak perlu memberikan jaminan,” papar Fakhrudin.
Conrad pun, tegasnya, juga memiliki utang ke koperasi yang dipimpinnya itu sendiri.
“Nilainya sekitar Rp 1 miliaran dan belum dibayar sama sekali,” katanya. Sebab itu, ia menegaskan, rapat anggota luar biasa yang dilakukan Ivo dan pengurus merupakan langkah penyelamatan. 
Apalagi, sejak berdiri hingga sekarang, koperasi itu tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tahunnya. Ditambah dengan ketidakhadiran Conrad di kantor, pengurus memilih untuk mengganti dia. 
“Kata siapa dia tidak boleh masuk ke dalam ruang rapat anggota luar biasa. Boleh kok. Tidak ada yang melarang. Hanya saja, di dalam ternyata dia malah bikin keributan dan bertengkar karena masalah pribadi dengan Ivo. Ya diusirlah,” jawab Fakhrudin. 
“Kami sudah lakukan blokir ke rekening dua bank yang bisa diambil bersama oleh Ivo dan Conrad. Sebagai langkah hukum berikutnya, kami laporkan Conrad ke polisi kalau tidak mengembalikan semua harta benda atau aset milik koperasi yang dipakainya,” balas dia.
Salah satunya adalah rumah yang ditempati pria asal Surabaya itu di Perum Lembah Dieng D7, Desa Kalisongo, Dau.
“Rumah itu aset koperasi. Bukan milik pribadi Conrad karena dibeli dari uang koperasi. Jadi dia itu numpang tinggal di sana,” tegasnya. (mar)

Berita Lainnya :

loading...