magista scarpe da calcio Musnahkan Puluhan Sex Toys


Musnahkan Puluhan Sex Toys

 
MALANG – Kantor Bea Cukai Malang memusnahkan barang hasil penindakan. Pagi kemarin, pemusnahan dilakukan di halaman kantor KPPBC-TMC Jalan Surabaya. Dari ratusan barang sitaan tersebut, Bea Cukai Malang bahkan menyita 53 set sex toys atau alat seks.
“Barang kiriman pos luar negeri yang kita sita, antara lain obat-obatan, suplemen kesehatan, sex toys, video-buku porno, bumbu masa, kopi, cokelat, kosmetik, mesin atau peralatan bekas, busur panah, teropong senapan, DVD games dan pakaian. Semuanya tak punya izin di Indonesia,” ujar Kepala Kantor kantor KPPBC-TMC Malang Rudi Herry Kurniawan, usai pemusnahan barang sitaan, kemarin.
Dari pantauan, alat seks yang dimusnahkan antara lain vibrator, dildo, butt plug, boneka seks serta alat-alat Bondage, Discipline, Sadism Masochism (BDSM). Alat-alat fantasi seks tersebut disita Bea Cukai dari kiriman luar negeri yang masuk ke Indonesia lewat pos maupun paket. Nilai alat-alat seks tersebut mencapai Rp 6,185 juta.
Selain itu, 4 keping video dan 1 buah buku bertema porno kiriman dari luar negeri juga disita dan dimusnahkan. Dia menyebut, penindakan Bea Cukai selama Januari hingga Juli 2017 mencapai 192 kali. Lalu, penindakan selama Juli sampai Desember 2016 mencapai 136 kali. Sehingga, Bea Cukai Malang sudah melakukan penindakan sebanyak 328 kali selama 12 bulan.
Tak hanya menghancurkan alat-alat seks yang ilegal di Indonesia itu, Bea Cukai Malang juga membuang 487 botol minuman keras mengandung alkohol dari berbagai merek dan jenis.
Serta, dua galon dan 4 botol etil alkohol. Dua juta batang rokok jenis Sigaret Kretek Tangan, Sigaret Kretek Mesin dan Tembakau Iris ikut dihancurkan di acara pemusnahan barang penindakan kemarin.
“Kita juga menghancurkan alat-alat produksi hasil tembakau yang ilegal dan tanpa izin, seperti alat pelinting, alat pemanas, alat pengemas, alat pengepak, filter, etiket dan lidah kemasan, ambri dan grenjeng,” tambahnya. Total kerugian negara yang berhasil diantisipasi setelah pemusnahan ini, adalah Rp 1,077 miliar.
“Ada banyak modus pelanggaran di bidang Bea Cukai. Hasil tembakau atau minuman beralkohol biasanya diproduksi tanpa izin, tak ditempeli pita cukai, menjual pita cukai palsu. Sedangkan, barang kiriman luar negeri yang disita, biasanya adalah barang larangan dan tak berizin,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top