Dituntut 10 Tahun Kurungan Penjara


 
MALANG – Mantan Staf Ahli Komisi VIII DPR RI, Dr. M Soleh, menjadi terdakwa dalam kasus asusila. Ia telah mencabuli anak tirinya yang masih kelas IV SD. Rabu (7/2) lalu, pria yang juga dosen salah satu PTS di Jakarta ini, menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. 
Agenda sidangnya, sudah memasuki eksepsi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa Dr. M Soleh. Sebelumnya Soleh dituntut hukuman selama 10 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 4 bulan, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juni Ratnasari, SH.
“Dalam pembelaan yang saya bacakan, meminta kepada Ketua Majelis Hakim untuk membebaskan terdakwa,” terang M Amin, kuasa hukum terdakwa Dr. M Soleh.
Alasannya, menurut M. Amin, karena dakwaan yang dibacakan JPU kabur. Dalam dakwaan, diterangkan bahwa kejadian asusila terjadi pada bulan September 2016. Padahal pada bulan-bulan tersebut terdakwa sedang sibuk.
“Klien saya sibuk masih menjadi staf ahli di DPR RI, sehingga tidak pulang,” ujar M Amin.
Itupun lanjutnya, diperkuat dengan keterangan saksi meringankan yang didatangkan oleh M Amin, pada persidangan yang diketahui Ketua Majelis Hakim Saut Maruli Tua Pasaribu SH. Dimana saksi meringankan mengatakan pada bulan itu, terdakwa berada di Jakarta dan tidak pulang ke Malang.
“Selain itu, semua keterangan saksi-saksi sebelumnya, hanya mendapat cerita dari orangtua korban, bukannya mengetahui sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, sebelumnya kasus asusila yang dilakukan Dr. M Soleh ini, ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Ia sempat menjadi tahanan di Polres Malang, sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen dan kini menjalani sidang di PN Kepanjen.
Dari keterangan penyidik UPPA, perbuatan asusila yang dilakukan M Soleh, terjadi pada akhir 2016 lalu. Kejadiannya di rumah korban di Kecamatan Turen. M Soleh, merupakan ayah tiri korban, setelah menikah dengan ibu korban.
“Dia (M Soleh, red) asli Ponorogo dan berdomisili di Jakarta,” kata penyidik UPPA.
Korban diciumi dan (maaf) kemaluannya digerayangi oleh Dr. M Soleh. Perbuatan itu dilakukan ketika korban di rumah bersama dengan M Soleh. Setelah kejadian itu, terdakwa mengancam korban supaya tidak bercerita kepada siapapun.
Terbongkarnya kasus ini, bermula ketika korban akan diajak tinggal di Jakarta oleh ibunya. Beberapa kali diajak, korban menolak. Korban kemudian mengatakan tidak mau tinggal dengan terdakwa, lantaran pernah dicabuli. Dari pengakuan itulah, akhirnya pada 22 Februari 2017 dilaporkan ke Polres Malang.
Berdasarkan laporan itu, penyidik sempat memanggilnya tiga kali sebagai saksi namun M Soleh tidak hadir. Begitu bukti lengkap dan hasil visum mengatakan ada robek pada kemaluan korban, akhirnya langsung ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi beberapa kali dipanggil sebagai tersangka tidak datang, M Soleh langsung dijemput paksa.
“Dia kami tangkap pada bulan Oktober 2017. Yang membuat kami geram dengan pernyataannya saat itu, dia mengaku hanya coba-coba saja. Padahal sebagai Staf Ahli Komisi VIII waktu itu, dia ikut melakukan perubahan Undang-undang Perlindungan Anak,” paparnya.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :