magista scarpe da calcio Kasus Beras Jadi Atensi


Kasus Beras Jadi Atensi

 
MALANG – Tiga pemilik gudang pengolahan beras yang digrebek Tim Satgas Pangan Polres Malang, terancam dijadikan sebagai tersangka. Jika dari hasil penyidikan polisi, ketiganya terbukti melanggar aturan. Pernyataan ini disampaikan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, kemarin.
“Kalau memang mereka melanggar dan terbukti tidak memiliki izin usaha, maka bisa ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Ujung.
Penetapan tersangka ini, seperti yang dilakukan kepada pemilik UD Widodo, di Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, yang pernah digrebek awal Juni 2017 lalu. Winarso, pemilik gudang pengolahan beras ini, dijadikan tersangka karena usahanya tidak memiliki izin sama sekali.
“Dari keterangan dinas terkait, kalau tidak memiliki izin, maka tidak boleh menimbun beras. Karena itu, tunggu hasil penyidikan yang kini masih berlangsung. Karena ada sebagian perusahaan yang memiliki izin, tetapi masih didalami,” terang perwira dengan pangkat dua melati ini.
Ujung menyampaikan, ada empat gudang pengolahan beras yang kini sedang proses penyidikan oleh Tim Satgas Pangan. Pertama adalah UD Widodo, yang pemiliknya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kendati hasil Labfor belum turun, namun untuk kasusnya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
“Untuk UD Widodo, saya sudah minta penyidik untuk segera merampungkan berkasnya, dan kirim ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. Hasil Labfor hanya pelengkap saja dan bisa menyusul,” tuturnya.
Kemudian PT Pilar Menara Mas, di Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan. Lalu gudang pengolahan beras milik H Doni alias Yul, di Desa Karangasem, Kecamatan Gondanglegi. Dan gudang pengolahan beras milik IS, di Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis. Tiga gudang ini, kasusnya masih proses penyidikan.
Jika sudah dijadikan tersangka, apakah nantinya akan langsung ditahan? Ujung, mengatakan bahwa penahanan sifatnya subjektif, tergantung dari pertimbangan penyidik. Penahanan dilakukan jika takut tersangkanya melarikan diri atau mengulangi perbuatannya. Selama mereka kooperatif, apalagi datang wajib lapor setiap Senin dan Kamis tidak ada masalah.
Ditambahkannya, bahwa terkait penyidikan kasus beras, pihaknya tidak akan main-main. Penyidikan kasus beras ini menjadi atensi, karena perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo, kepada Kapolri yang diteruskan ke Kapolda Jatim. 
“Sehingga kami fokus, apakah produksi dan pengolahan beras yang kami gerebek tersebut, sudah sesuai dengan peraturan atau tidak. Baik aturan Undang-undang Pangan ataupun aturan Pemerintah Daerah,” tambahnya.
“Selain saat ini, sedang proses pemeriksaan saksi, secepatnya kami juga akan mengirim sample beras di Labfor,” sambungnya.
Sementara itu, Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum, mengatakan sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan. Kemarin, penyidik meminta keterangan dari Disperindagsar, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perizinan serta Dinas Pertanian Kabupaten Malang.
“Saat ini kami masih mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) terlebih dahulu, baru kemudian gelar perkara untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya,” papar Sutiyo.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top