Janji Cairkan Kredit Bank, Gondol Rp 24 Juta

 
MALANG – Jangan mudah tertipu janji manis berkedok investasi maupun kredit cepat. Jika tidak, maka nasib Lilik Khotiah 55 tahun warga Jalan Kakak Tua, Sukun, bakal terulang lagi di Kota Malang. Lilik rela mengeluarkan uang Rp 24 juta dengan iming-iming kredit murah yang disampaikan oleh Ucuh Suwarji, 52 tahun, warga Jalan Betet Sukun.
Kejadian ini, diklaim terjadi tahun lalu, tepatnya 16 Juni 2017. Dari informasi yang dihimpun, Lilik didatangi oleh Ucuh yang memberikan iming-iming serta janji mempermudah kredit di bank. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi oleh Lilik, yakni memberikan sejumlah uang agar kredit bank cair dengan nilai disinyalir mencapai ratusan juta rupiah.
Akhirnya, pada 16 Juni 2017, Lilik diminta datang ke rumah Ucuh di Jalan Betet. Lilik membawa uang sejumlah Rp 24 juta. Ucuh menyebut uang ini sebagai dana untuk memperlancar proses kredit bank. Selain itu, untuk meyakinkan Lilik, Ucuh mengklaim dirinya sebagai karyawan dari PT Pancanaka, pengembang properti.
“Terlapor membujuk korban agar memberikan uang Rp 24 juta, dengan klaim bisa mencairkan kredit besar lewat BRI. Agar korban percaya, terlapor disebut-sebut mengaku sebagai karyawan PT Pancanaka sehingga kredit bank dengan jumlah besar bisa dicairkan oleh terlapor,” tegas Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni kepada Malang Post.
Akhirnya, uang diberikan oleh Lilik kepada Ucuh. Setelah itu, Lilik menunggu beberapa hari, tapi belum ada kabar dari Ucuh. Dia berinisiatif mencari Ucuh ke rumahnya namun tidak pernah ketemu.
Lilik pun menunggu sampai satu tahun untuk menanti Ucuh yang ternyata tak pernah merealisasikan janjinya. Lilik pun semakin kesulitan menghubungi terlapor. Bahkan, Lilik juga melakukan pengecekan ke PT Pancanaka. 
“Menurut pengakuan korban, dia mengecek ke PT Pancanaka, dan mengklaim terlapor disebut tidak pernah bekerja di PT tersebut,” tandas Marhaeni. 
Akhirnya, Lilik pun melaporkan Ucuh ke Polres Makota pada awal Februari 2018 lalu. Perwira polwan dengan satu balok emas di pundaknya itu menegaskasn agar masyarakat tidak gampang terbujuk janji manis. Apalagi, sampai kehilangan uang atau harta benda berharganya.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak gampang terbujuk dan percaya dengan yang berani memberi janji manis, terutama yang melibatkan harta benda. Karena laporan penipuan seperti ini kerapkali terjadi," pungkasnya.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :