Modal Magnet, Modus Baru Pencuri Motor

 
MALANG – Aksi pencurian motor di wilayah Hukum Polres Malang Kota semakin canggih. Tak hanya memakai kunci letter T, pelaku curanmor kini juga bermodal kunci magnet buatan yang dipakai untuk membuka rumah kunci sepeda motor matic. Hal ini diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Klojen, Iptu Irwan Tjatur kepada wartawan.
“Dari hasil tangkapan Polres dan Polsek di TKP Tembalangan, kami temukan modus alternatif. Mereka memakai magnet khusus untuk membuka rumah kunci motor matic. Magnet ini bisa buat buka hampir semua motor matic. Motor belum tentu aman walau rumah kunci ditutup,” kata Tjatur di Polsek Klojen, sore kemarin.
Jika biasanya pelaku curanmor merusak paksa lubang kunci, maka barang bukti ini memastikan bahwa maling motor tak perlu susah-susah membuka rumah kunci. Hanya dengan menempelkan magnet khusus ini, rumah kunci bisa terbuka dengan sendirinya. Sehingga, pelaku curanmor tinggal ‘menyuntik’ lubang kunci dengan letter T.
Tjatur lalu menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka curanmor Betek-Tembalangan yang melakukan pelemparan bondet. Bentuk magnet khusus ini seperti penghapus namun dengan dua sisi yang berbeda. Kedua sisi, bisa dipergunakan untuk membuka rumah kunci Honda Vario atau Honda Beat.
“Dengan alat ini, rumah kunci yang tertutup tidak lagi berguna. Modus baru ini harap diwaspadai oleh masyarakat. Selain tidak sembarangan menaruh motor, polisi juga meminta warga memasang kunci khusus, entah kunci cakram atau kunci rahasia. Keamanan motor jadi tambah,” sambung Tjatur.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait modus baru ini. Sebab, dari bentuknya, magnet khusus ini sangat mudah dibuat. Tak heran, polisi mendorong warga untuk semakin hati-hati dan tidak mudah membiarkan motornya terparkir tanpa pengamanan ekstra atau penjagaan. Selain itu, modus magnet 
“Sementara, mereka mengakunya beli. Masyarakat patut waspada dan benar-benar menjaga motornya,” tambahnya. 
Polres Makota dan Polsek Klojen sedang menangani kasus curanmor yang melibatkan dua pelaku, DS (17) dan HD (25), keduanya warga Pasrepan Pasuruan. DS ditangani UPPA Reskrim Polres Makota karena di bawah umur.
Sedangkan, HD sekarang ditahan di Polsek Klojen beserta barang bukti motor. Sementara itu, MT masih DPO. Hingga berita ini diturunkan, tim buser Reskrim Polres Makota terus memburu tersangka yang melarikan diri itu.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :