Seribu Butir Pil Koplo Siap Edar

 
MALANG - Meski telah dilakukan penangkapan dan pencegahan, namun peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang masih saja marak. Hal itu terbukti Polsek Dau menangkap dua pemuda pengedar pil koplo. 
Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan seribu butir pil koplo siap edar dan barang bukti alat yang digunakan untuk transaksi 1 ponsel. 
Saat penangkapan telah dilakukan penggeledahan terhadap 3 orang yang kemudian dilakukan penyidikan dengan penetapan 2 tersangka. Yakni, Nurul Yakin, 25 tahun warga Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang dan Dani Oktora, 25 tahun warga Jalan Mojowarno, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Penangkapan yang dilakukan Unit Reskrim Dau berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan penangkapan pelaku pada pukul 21.00, Selasa (1/7) kemarin. Pelaku diamankan saat melakukan transaksi di sekitar taman wisata.
"Dua tersangka pengedar saat ini telah kita amankan bersama barang Bukti (BB) dari pelaku berupa seribu butir pil dan sebuah HP merk Samsung yang digunakan pelaku untuk transaksi ,” ungkap Kapolsek Dau, Kompol Endro Sujiat.
Endro menambahkan, tersangka mengaku baru pertama kali mengedarkan pil koplo berlogo doubel L atau yang biasa dikenal dengan LL. Dalam memasarkannya, sasaran yang diincar adalah usia remaja. Sasaran pemasaran barang haram tersebut di wilayah Kecamatan Dau. Setiap seribu butirnya dijual tersangka dengan harga Rp 700 ribu.
Sementara itu, salah satu pemakai yang tidak terbukti akan direhabilitasi. Hal itu mengacu pada UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Yang berisi agar pengguna narkotika tetap direhabilitasi. Menurutnya, sepanjang pengguna baru tertangkap sekali dan dapat membuktikan hanya pengguna bukan pengedar, maka dapat dijatuhkan hukuman rehabilitasi. Itu karena, korban narkotika memilik banyak penyebab, diantaranya adalah salah pergaulan. Itu sebabnya, upaya rehabilitasi sebagai upaya pencegahan agar tidak semakin terperosok menjadi pengedar.
Endro menambahkan, kedua pelaku yang dengan sengaja mengedarkan obat-obatan terlarang tanpa izin atau ilegal akan dijerat dengan Pasal 197 atau Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara. “Saat ini kami sedang mengembangkan kasus ini dan memburu distributor atau penyuplai peredaran pil tersebut,” pungkas Endro.(mg20/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...