Pilihan Sulit

 
Banyak permasalahan yang terjadi keluarga dan berujung pada kehancuran rumah tangga. Selain karena masalah ekonomi dan sudah tidak ada kecocokan, kadang juga masalah perslingkuhan. Namun tidak demikian dengan talak cerai yang diajukan oleh Ronald, warga Kecamatan Bululawang ini, ke Pengadilan Agama (PA) Kepanjen.
Ronald menggugat cerai Amel, istrinya lantaran tidak bisa memberikan keturunan. Sebagai seorang suami, Ronald sangat menginginkan anak dari darah dagingnya sendiri. Sementara Amel, oleh dokter telah divonis tidak bisa hamil dan memberikan anak kepada Ronald.
“Sebuah rumah tangga kalau tanpa ada hadirnya anak tidak lengkap. Sementara sudah beberapa tahun menikah, ternyata istri saya tidak bisa memberikan anak,” ucap Ronald.
Ronald dan Amel, sudah menikah sejak delapan tahun lalu. Mereka menikah karena saling mencintai. Selang setahun setelah menikah, sebetulnya Amel sudah mengandung. Namun saat kandungan usia lima bulan, Amel mengalami keguguran.
Rasa sedih sempat dirasakan Ronald dan Amel. Namun mereka saling menyadarkan kalau memang masih belum diberikan momongan. Tetapi beberapa tahun kemudian, saat Ronald mengidamkan seorang anak dan telah memprogram ternyata Amel tidak kunjung bisa memberikan keturunan.
Sementara Ronald terus didesak oleh orangtuanya untuk segera diberikan cucu. Tetapi setelah diperiksakan ke dokter, ternyata Amel sudah dinyatakan tidak bisa hamil. Perasaan Ronald dan Amel hancur. Karena orangtua Ronald terus memaksa untuk segera diberi momongan.
Mungkin karena tidak kuat dengan desakan mertuanya itulah, Amel pun meminta Ronald untuk mencari wanita lain yang memberikan anak. Amel meminta Ronald menceraikannya. Meski sangat berat dan masih mencintai Amel, namun Ronald akhirnya terpaksa menceraikan Amel.“Sebetulnya ini pilihan sulit dan berat yang harus saya ambil,” katanya sembari mengatakan menunggu jadwal sidang cerai.(agp/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :