magista scarpe da calcio Duda Satu Anak Ditangkap


Duda Satu Anak Ditangkap

 
MALANG – M Fauzi, 25, warga Desa Gampingan, Kecamatan Pagak ini, benar-benar kurang ajar. Ia tega menyetubuhi Bunga (nama samaran, red), 15, warga Kepanjen. Bahkan, korban disetubuhi sebanyak enam kali dalam waktu dua hari.
Perbuatan bejat ini dilakukan di kamar rumahnya di Desa Gampingan. Bunga dijanjikan akan dinikahi,  jika sampai terjadi sesuatu. Namun faktanya, janji yang disampaikan M Fauzi hanya tinggal kenangan saja. Usai mendapatkan kepuasan, duda satu anak tersebut malah cuek. Imbasnya, Bunga yang tidak terima mengadu kepada orangtuanya, yang selanjutnya melaporkan ke polisi. Dari laporan itulah polisi lantas menangkap Fauzi di rumahnya.
“Tersangka Fauzi kami tangkap di rumahnya akhir pekan lalu. Penangkapan dia, setelah bukti visum korban di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, sudah kami terima,” ungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH. M.Hum.
Menurut pengakuan Fauzi, dia dengan Bunga sebelumnya berpacaran. Mereka saling kenal lewat telepon. Tersangka mendapatkan nomor ponsel korban dari seorang temannya. Setelah saling kenal dan terus komunikasi, keduanya lantas sepakat pacaran.
“Saya kenal dengan dia (Bunga, red) bulan Mei lalu, kemudian pacaran selama dua minggu,” ujar tersangka M Fauzi.
Saat menjalin asmara, Fauzi meminta korban datang ke rumahnya. Alasannya akan dikenalkan sama keluarganya. Karena tidak ada curiga, korban pun datang ke rumah tersangka seorang diri.
Ketika di rumahnya itulah, Fauzi lantas mengajak korban untuk berhubungan badan. Ia menjanjikan akan menikahi korban jika sampai terjadi sesuatu. Mungkin karena terlena dengan janji manis itulah, Bunga lantas menyerahkan kehormatannya kepada Fauzi.
“Saya melakukan hubungan intim sebanyak enam kali. Semuanya kami lakukan di rumah karena suka sama suka. Enam kali hubungan itu, tidak selama seminggu, tetapi sehari tiga kali,” terang Fauzi.
Setelah melakukan hubungan intim, Fauzi meminjamkan HP miliknya kepada Bunga. Alasannya, untuk memudahkan komunikasi. Namun HP tersebut oleh Bunga malah dihilangkan, hingga akhirnya mereka tidak pernah lagi berkomunikasi.
“Saya tidak lepas tanggungjawab, tetapi dia (Bunga, red) yang tidak menghubungi saya lagi,” tuturnya. 
Terbongkarnya perbuatan bejat Fauzi ini, berawal dari pengakuan korban kepada orangtuanya. Bunga yang tidak pulang selama beberapa hari, ditanya oleh orangtuanya. Mendengar pengakuan Bunga, orangtuanya yang tidak terima lantas melaporkannya ke Polres Malang.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top