Pembantu Mencuri di Rumah Majikan

 
MALANG – Berdalih butuh uang, membuat Mistin, 45, nekat melakukan apa saja. Ibu rumah tangga asal Perum Citra Pesona Buring Raya, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang ini, menggarong rumah milik majikannya di lingkungan Asrama Yon Armed, Singosari, Kamis lalu.
Akibat ulahnya tersebut, Mistin harus berurusan dengan polisi. Jumat (9/2) dini hari, ia dijemput petugas Reskrim Polsek Singosari di rumahnya. Penangkapannya setelah ada laporan dari korban. Barang bukti yang diamankan darinya, adalah uang tunai sebesar Rp 3 juta, sebuah cincin seberat 1,5 gram, sebuah gelang seberat 8 gram, liontin seberat 1 gram, sebuah kamera serta HP. “Semua barang bukti tersebut, kami temukan di perkarangan belakang rumahnya. Barang-barang itu disembunyikan dengan cara ditanam,” terang Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono.
Diperoleh keterangan, sebelumnya Mistin, bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah korban. Pekerjaan sebagai PRT tersebut, ternyata hanya kedoknya untuk melancarkan aksi pencurian. Selama sebulan, Mistin mempelajari kondisi lingkungan sekaligus keseharian korban. Termasuk jam kosong ketika korban tidak ada di rumah.
Begitu sudah memahami, ia lantas menduplikatkan kunci pintu rumah supaya aksinya berjalan lancar. Setelah itu, Mistin berpura-pura pamitan kepada majikannya untuk pulang, karena ada urusan keluarga yang harus diselesaikan. Korban yang tidak curiga pun, mengizinkannya.
Kamis pagi ketika korban tidak ada di rumah, Mistin datang ke rumah majikannya. Berbekal pintu palsu yang dimiliknya, dengan mudah masuk ke dalam rumah. Selanjutnya mengambil beberapa barang berharga milik korban, yang setelah itu langsung kabur.
“Agar aksinya tidak ketahuan, tersangka mengunci pintu rumahnya kembali. Kemudian ia membuka jendela rumah, sehingga seakan-akan bahwa pencuri masuk lewat jendela,” jelas Supriono.
Sore harinya, ketika pulang kerja korban kaget mendapati rumahnya berantakan. Barang-barang berharga miliknya juga hilang. Akhirnya korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singosari.
Petugas pun langsung menyelidikinya, dengan meminta keterangan saksi-saksi. Kecurigaan polisi lantas tertuju kepada Mistin. Sebab untuk keluar masuk asrama tersebut, pastinya orang yang sudah kenal. Akhirnya dini hari kemarin, polisi mendatangi rumah Mistin.
“Saat kami datang, semula dia mengelak dan tidak mengaku telah mencuri. Namun setelah kami interogasi, akhirnya baru mengaku dan menunjukkan semua barang curian yang telah ditanam,” ungkap mantan KBO Reskrim Polres Malang ini.
Sementara itu, dalam pemeriksaan Mistin mengaku kalau dirinya nekat mencuri karena kepepet butuh uang.“Saya butuh uang untuk membayar kontrakan rumah,” tutur tersangka Mistin. (agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...