Siswa SMA Bikin Joged Seronok

 

 
BLITAR - Warga Blitar heboh gara-gara video pelajar SMA berjoged seronok. Kasus itu kini ditangani oleh kepolisian. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 11 siswa, dimintai keterangan UPPA Satreskrim Polres Blitar, Jumat (9/2).
Mereka ditengarai terlibat dalam pembuatan video maupun yang mengunggah rekaman tersebut. Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan dalam proses meminta keterangan para siswa ini didampingi orang tua dan guru. 
Dari situ, didapat informasi kalau aksi joget yang tak pantas dilakukan di dalam kelas di salah satu SMA Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.  Dan dari 11 siswa yang diperiksa tadi mempunyai peran yang berbeda-beda. 
“Sembilan siswa sebagai pemeran di video, satu siswa pengambil gambar dan dua menyebarkan ke media sosial,” terangnya. 
Saat ini polisi tengah mendalami apakah ada unsur pidana dalam video joget yang dibuat para siswa ini. 
“Saat ini kita melakukan interview dulu terhadap kesemua pelajar yang di antaranya mengambil gambar. Gerakan-gerakan saat ini akan kami periksa apakah ada unsur pidana atau tidak dalam pengambilan gambar dalam video tersebut,” papar dia.
Setelah melakukan pemeriksaan, ia mengaku, dilanjutkan dengan gelar perkara. Pemeriksaan ini, untuk mencari tahu sejauh mana peran masing-masing siswa tersebut. Jika terbukti ada unsur pidana akan dinaikkan ke proses penyidikan.  
“Namun jika tidak ditemukan unsur pidana, kita akan ambil langkah lain. Dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan pembinaan agar tidak berbuat seperti itu lagi,” tegas Slamet Waloya. 
Pantauan Malang Post, rekaman video itu menayangkan adegan kemesraan dalam berjoged dengan durasi 14 detik. Dalam video tersebut sebanyak delapan siswa siswi saling berpasangan dan berhadapan melakukan sejumlah gerakan vulgar. 
Sementara satu orang siswi diskenariokan seorang diri yang hanya duduk dan kebingungan. Para remaja itu masih mengenakan seragam sekolah lengkap dan berjoget vulgar yang diiringi musik dugem layaknya berada di dalam sebuah diskotik. 
Rekaman itu pun memantik keprihatinan masyarakat. Aksi itu dianggap tidak pantas dilakukan anak di usia pelajar. Para netizen juga sangat menyayangkan kelakuan para pelajar tersebut. Sejauh ini penyebar video joget vulgar itu belum diketemukan.
“Dapat dari media sosial dua hari lalu. Tidak pantas terlebih masih pelajar. Etikanya tidak memiliki sopan santun. Pihak sekolah harus ada pengawasan lebih karena video diambil di ruang kelas. Berharap tidak ada lagi video serupa,” ucap Yesi Puji Lestari, salah satu netizen. (rb/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :